PPP Klaim Angel Lelga Sudah Taubat Nasuha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angel Lelga menceritakan latar belakang dirinya menjadi caleg saat diwawancara oleh Najwa Shihab di program Mata Najwa di sebuah stasiun televisi nasional. Ia diajak menjadi caleg usai bertemu dan berbincang-bincang dengan sejumlah petinggi partai PPP di sebuah pesta akikahan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Angel Lelga menceritakan latar belakang dirinya menjadi caleg saat diwawancara oleh Najwa Shihab di program Mata Najwa di sebuah stasiun televisi nasional. Ia diajak menjadi caleg usai bertemu dan berbincang-bincang dengan sejumlah petinggi partai PPP di sebuah pesta akikahan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Hajrul Azwar mengatakan artis seksi Angel Lelga sudah taubat nasuha. Oleh sebab itu, PPP pun menerima Angel sebagai calon legislator mereka.

    "Angel sudah taubat nasuha," kata Hajrul di komplek DPR, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2014.

    Hajrul mengakui citra Angel Lelga yang melekat di masyarakat adalah seorang artis yang kerap tampil "berani". Citra itu sangat bertolak belakang dengan PPP sebagai partai Islam.

    "Angel sudah berhijab. Allah telah mengampuninya karena Dia Maha Pengampun," kata Hajrul.

    Menurut Hajrul, partainya tak mempermasalahkan latar belakang Angel yang awam politik. Angel, kata Hajrul, sudah cukup paham dengan garis politik dan ideologi PPP.(baca: Nyaleg, Angel Lelga Diminta Lepas Gaya Hedonis)

    Angel Lelga saat ini tercatat sebagai calon legislatif DPR dari PPP. Perempuan yang pernah diisukan menikah siri dengan dengan raja dangdut Rhoma Irama itu maju di daerah pemilihan Jawa Tengah V dengan nomor urut 1.(baca: Angel Lelga Sebut Dapil Neraka di Mata Najwa )

    KHAIRUL ANAM

    Berita terkait
    Angel Lelga Senam dan Nyanyi Lagu Rhoma Irama
    Nyaleg, Angel Lelga Diminta Lepas Gaya Hedonis
    Suharso Disebut di Balik Angel Lelga Caleg PPP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.