Tim Pemburu Koruptor Kejar Eddy Tansil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wamenkumham Denny Indrayana. TEMPO/Seto Wardhana

    Wamenkumham Denny Indrayana. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana, mengatakan Tim Pemburu Koruptor terus mencari keberadaan buronan kasus Bapindo, Eddy Tansil. "Eddy Tansil kami kejar terus," kata Denny, yang juga salah satu anggota tim, saat dihubungi Tempo, Ahad, 2 Februari 2014.

    Menurut Denny, tim yang diketuai Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto di bawah koordinasi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, hingga kini terus berupaya menangkap Eddy Tansil. "Kami upayakan agar yang bersangkutan tertangkap," ujar dia.

    Denny enggan berkomentar ihwal perkembangan pengejaran tim terhadap Eddy Tansil. Termasuk ihwal lokasi keberadaan Eddy Tansil yang terlacak tim. "Informasi detil tidak bisa kami sampaikan karena akan mengganggu proses pengejaran," ujarnya. Meski begitu, kata Denny, "Semua informasi yang kami dapat terus kami kembangkan."

    Deputi VII Menko Polhukam Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur, Agus R. Barnas, juga enggan berkomentar ihwal perkembangan terkini pengejaran Eddy Tansil. "Ini sifatnya rahasia. Tidak semua orang tahu," kata Agus, saat dihubungi Tempo, Ahad sore.

    Adapun Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum Eddy Tansil 20 tahun penjara, denda Rp 30 juta, serta berkewajiban untuk membayar uang pengganti Rp 500 miliar, dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,3 triliun. Ia kabur dari LP Cipinang pada 4 Mei 1996.

    PRIHANDOKO

    Berita Terpopuler
    Ahok Akhirnya Makan Siang di Rumah Prabowo Subianto
    11 Korban Sinabung Termasuk Wartawan TV One 
    Moyes Tak Tahu Harus Bagaimana Lagi untuk Menang
    Anak Murry Koes Plus Pingsan Saat Pemakaman
    Eros Djarot: Bodoh Kalau Banjir Salahkan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?