Pesawat Anggoro 'Cicak-Buaya' Kena Gangguan Cuaca  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/John Kolesidis

    REUTERS/John Kolesidis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Garuda Indonesia yang digunakan untuk membawa tersangka kasus suap Anggoro Widjojo pulang ke Jakarta mengalami penundaan (delay) selama 45 menit akibat gangguan cuaca. Penerbangan bernomor GA9988 dari Guangzhou itu dijadwalkan mendarat pukul 21.15.

    "Ada dua dari Guangzhuo. Tapi Garuda akan tetap mendarat," kata seorang petugas informasi Bandara Soekarno-Hatta yang enggan disebutkan namanya kepada Tempo, Kamis, 30 Januari 2014.

    Para penumpang pesawat tersebut, kata dia, akan keluar dari terminal 2F. Terminal ini biasa digunakan untuk penerbangan internasional dan Garuda Indonesia.

    Sebelumnya, Sumber Tempo mengatakan, KPK telah menangkap buron yang menjabat sebagai Direktur PT Masari Radikom ini di Cina. Menurut Sumber tersebut, Anggoro ditangkap di suatu tempat di negara tirai bambu itu.

    Sumber tersebut juga mengatakan, Anggoro akan tiba di KPK pada malam hari. "Diperkirakan habis maghrib," kata dia. Saat ini, ujar Sumber itu lagi, tim KPK dan Anggoro sedang dalam perjalanan.

    Kasus dugaan suap ini diusut sejak 2008. Tapi mengalami hambatan ketika Anggoro kabur ke luar negeri sejak ditetapkan jadi tersangka oada 19 Juni 2009. Atas permintaan KPK, Interpol pun turun tangan untuk mengusut kasus ini. Anggoro merupakan kakak dari Anggodo Widjojo, terpidana kasus percobaan penyuapan terhadap pimpinan KPK.

    Anggoro disangkakan memberikan duit sebesar Rp 105 juta dan US$ 85 ribu kepada Ketua Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat, Yusuf Erani Faishal. Duit tersebut sebagai suap agar anggota Dewan menyetujui program revitalisasi Radio Terpadu di Kemenhut senilai Rp 180 miliar.(baca:Anggoro 'Cicak-Buaya', Ini Kasusnya  )

    AMRI MAHBUB

    Berita Terpopuler:
    Ibas Takut Komentari Anas Urbaningrum
    PDIP: Wali Kota Risma Tak Boleh Mundur  
    Banjir di Jakarta Hari Ini Diperkirakan Jam 8-10
    Katulampa 230 Cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi Ini
    Anas Simpan Aset Rp 2 Triliun di Singapura?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.