Aset Asian Agri Masih Bisa Disita Kembali

Reporter

Editor

Anton William

TEMPO/ Ramdani

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Basrief Arief mengancam bakal memblokir kembali aset PT Asian Agri Group jika perusahaan itu tak membayar cicilan denda Rp 200 miliar per bulan. "Ya kalau bermasalah, nanti kami tuntut lagi," kata Basrief di kantornya, Kamis, 30 Januari 2014.

Basrief sendiri meyakini Asian Agri akan menepati pembayaran cicilan denda yang dilakukan dalam 9 bulan ke depan. "Bilyet gironya kan sudah kami pegang," kata Basrief.

PT Asian Agri Group akhirnya menyanggupi pembayaran denda pidana Rp 2,5 triliun lantaran terbukti melakukan penggelapan pajak. Kesanggupan itu diikuti dengan pencabutan blokir terhadap aset perusahaan itu senilai Rp 5,3 triliun oleh Kejaksaan. Perusahaan milik Sukanto Tanoto ini, membayar uang muka denda sebesar Rp 719 miliar. Sisanya, Asian Agri akan membayar dengan cara mencicil setiap bulan.

Menurut Jaksa Agung Basrief Arief, Asian Agri merasa jika membayar tunai, akan mengganggu jalannya perusahaan. Adapun pembayaran awal denda sudah dilakukan pada 28 Januari lalu. "Proses transfer ke kas negara sudah rampung," kata Basrief.

Sisanya, dibayar dalam bentuk 126 lembar Bilyet Giro yang kini ditipkan di Bank Mandiri. Bilyet Giro tersebut, kata Basrief, akan cair setiap tanggal 30 hingga bulan Oktober 2014 mendatang.

TRI ARTINING PUTRI



Berita Terpopuler:
Ibas Takut Komentari Anas Urbaningrum
PDIP: Wali Kota Risma Tak Boleh Mundur  
Banjir di Jakarta Hari Ini Diperkirakan Jam 8-10
Katulampa 230 Cm, Jakarta Banjir Lagi Pagi Ini
Anas Simpan Aset Rp 2 Triliun di Singapura?






Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

11 Agustus 2022

Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

Berikut beberapa kasus besar yang pernah berhasil dibongkar karena bantuan justice collaborator.


Mantan Jaksa Agung Basrief Arief Meninggal Dunia

23 Maret 2021

Mantan Jaksa Agung Basrief Arief Meninggal Dunia

Eks Jaksa Agung Basrief Arief meninggal dunia pada hari ini, 23 Maret 2021, sekitar pukul 10.00 WIB


Kejaksaan Agung Tangkap Buron Penggelapan Pajak Rp 10,68 Miliar

26 Januari 2018

Kejaksaan Agung Tangkap Buron Penggelapan Pajak Rp 10,68 Miliar

Kejaksaan Agung menangkap buron tindak pidana pajak sebesar Rp 10,68 miliar, Albertus Irwan Tjahjadi Oedi. Terpidana tidak menyetor pajak ke negara.


Begini Cara Anies Baswedan Tagih Pajak 746 Mobil Mewah di DKI

12 Januari 2018

Begini Cara Anies Baswedan Tagih Pajak 746 Mobil Mewah di DKI

Untuk meningkatkan pembayaran pajak kendaraan bermotor, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengumumkan 746 mobil mewah penunggak pajak.


Kementerian Koperasi: Baru 397 Ribu UMKM Bayar Pajak dari 59 Juta

29 Agustus 2017

Kementerian Koperasi: Baru 397 Ribu UMKM Bayar Pajak dari 59 Juta

Kementerian Koperasi dan UMKM menyebut hanya 397 ribu pelaku dari total UMKM yang membayar pajak.


Badan Pajak DKI Razia Kendaraan Penunggak Pajak di 13 Wilayah  

11 Agustus 2017

Badan Pajak DKI Razia Kendaraan Penunggak Pajak di 13 Wilayah  

Sembari merazia tunggakan pajak, polisi menindak pelanggar lalu lintas, seperti tidak membawa surat kendaraan atau tidak menaati rambu.


DKI Akan Kejar Penunggak Pajak Mobil Mewah Sampai ke Rumah  

11 Agustus 2017

DKI Akan Kejar Penunggak Pajak Mobil Mewah Sampai ke Rumah  

Perburuan penunggak pajak mobil mewah akan melibatkan Ditlantas Polda Metro Jaya.


Bawa Barcelona Tumbangkan MU, Neymar Juga Dapat Kabar Gembira

27 Juli 2017

Bawa Barcelona Tumbangkan MU, Neymar Juga Dapat Kabar Gembira

Neymar mendapatkan kabar bahwa dirinya terlepas dari kasus penggelapan pajak sesaat setelah Barcelona menumbangkan MU.


Ditjen Pajak Perintahkan Satu Penunggak Disandera Setiap Hari  

14 Juli 2017

Ditjen Pajak Perintahkan Satu Penunggak Disandera Setiap Hari  

Direktorat Jenderal Pajak diminta bekerja lebih keras sehingga shortfall pajak bisa berkurang Rp 30 triliun.


Dituntut 15 Tahun Penjara, Handang Mengaku Bukan Pelaku Utama  

22 Juni 2017

Dituntut 15 Tahun Penjara, Handang Mengaku Bukan Pelaku Utama  

Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan, Direktorat Penegakan Hukum di Dirjen Pajak Handang Soekarno, irit bicara di depan hakim Pengadilan Tipikor.