Anas Simpan Aset Rp 2 Triliun di Singapura?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap proyek Hambalang Anas Urbaningrum usai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/1). TEMPO/Seto Wardhana

    Tersangka kasus suap proyek Hambalang Anas Urbaningrum usai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/1). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta:Politikus Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah menyimpan aset senilai Rp 2 triliun di Singapura. "Berita bohong kok sampeyan (kamu) percaya sih," ujar mantan Ketua Umum Demokrat itu seusai pemeriksaan di KPK, Rabu, 29 Januari 2014.

    Tudingan soal aset Anas Urbaningrum sebesar Rp 2 triliun yang disimpan di Singapura sebelumnya dilontarkan M. Nazarudin. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyatakan akan menelusuri dugaan kepemilikan aset tersebut."Kalau itu disampaikan Nazar, akan divalidasi apakah itu didukung bukti atau tidak," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP, di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

    Anas juga membantah bahwa kawannya yang dulu menjabat Wakil Direktur Bidang Pembinaaan Sumber Daya Manusia Partai Demokrat, M. Rahmat, menyimpankan asetnya di negeri singa itu. Anas mengakui ia berkawan dengan Rahmat, namun menyangkal punya hubungan bisnis dengannya. Ia mengatakan mungkin justru mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin yang punya hubungan bisnis dengan Rahmat.

    Anas dijebloskan ke dalam tahanan KPK sejak 10 Januari lalu. Ia menjadi tersangka dalam tiga kasus gratifikasi, yakni pada proyek Hambalang, pengadaan vaksin PT Bio Farma Bandung, dan pengadaan laboratorium kesehatan di Universitas Airlangga.

    BUNGA MANGGIASIH

    Berita Lain
    Hindari Sorotan, Hakim Vica Akan Ditarik ke Pengadilan Tinggi
    Airin dan Atut Chosiyah Berebut Jadi Tuan Tanah
    Mobil 'Wah' Adik Ratu Atut Ditaksir Rp 30 M 
    Mobil Berpelat Inisial Airin Ikut Disita KPK
    BPPT Perangi Hujan di Jakarta Hari Ini




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.