Jumat, 14 Desember 2018

Japto Lantik Pengurus Pemuda Pancasila California

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelantikan ketua baru Pemuda Pancasila Negara Bagian California, Amerika Serikat, Satrio Wicaksono (kanan), oleh Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno. TEMPO/Lolo Kartikasari

    Pelantikan ketua baru Pemuda Pancasila Negara Bagian California, Amerika Serikat, Satrio Wicaksono (kanan), oleh Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno. TEMPO/Lolo Kartikasari

    TEMPO.CO, Azusa, California - Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno mengatakan organisasinya tidak boleh membela hanya salah satu partai politik. Sebab, kata dia, pengurus dan anggota organisasi itu tersebar dalam berbagai partai politik. PP tidak menggalang suara untuk partai politik tertentu.

    “Namun kita tidak menutup kemungkinan adanya dialog terbuka dengan partai politik,” ujar Japto kepada Tempo dalam pelantikan pengurus Pemuda Pancasila USA State of California periode 2013-2016 di daerah Azusa, California, Ahad waktu setempat.

    Japto mengatakan tugas utama kader PP adalah membela Pancasila sesuai dengan naskah aslinya. Menurut dia, Pancasila saat ini sudah berubah. Sila keempat Pancasila telah hilang dengan adanya amendemen UUD 45 pada 1999. “Kita terima amendemen jika dilakukan sebagai adendum, bukan amendemen langsung terhadap UUD 45,” ujarnya.

    Kepengurusan Pemuda Pancasila Negara Bagian California dipimpin oleh Satria Wicaksono sebagai ketua dan Jacob Horhoruw sebagai wakil ketua. Pemuda Pancasila sebenarnya sudah mulai berkumpul secara informal sejak 2010 di Los Angeles. Namun surat keputusan dari Jakarta yang merestui terbentuknya perwakilan resmi PP di Amerika Serikat baru keluar pada 11 Agustus 2013.

    Pelantikan dihadiri antara lain oleh Konsulat Indonesia diwakili oleh Konsul Pendidikan dan Sosial Budaya Fiki Oktanio dan istri Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Jenny Martono. Perwakilan-perwakilan masyarakat Indonesia di Southern California juga hadir, seperti Jawa Plus, Ikatan Masyarakat Batak (IMABAK), Kawanua (perkumpulan masyarakat Manado), dan perwakilan suku Tionghoa Indonesia.

    Dalam sambutannya, Japto menyentil perwakilan Konsulat RI. “Di sini terdapat China Town, Little Tokyo, tapi mengapa tidak ada komunitas Indonesia yang kuat? Bila Konsulat tidak dapat menyatukan masyarakat Indonesia di wilayah kerja mereka, PP siap menyatukan rakyat,” kata dia. Perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, menurut dia, lebih berupa pelayanan administratif ketimbang berperan penuh serta membimbing dan membina masyarakat untuk bekerja sama, bergotong royong saling membantu satu sama lain.

    Japto menyatakan tujuan PP di luar negeri mengharmonisasikan bangsa Indonesia. Bila tercapai hubungan harmonis, kata dia, baru dapat terjadi gotong royong. “Sekarang ini komunitas kita seperti keluarga yang tidak ada bapaknya. Semua komunitas berkumpul sendiri-sendiri. Bung Karno sendiri mengatakan bahwa inti dari Pancasila adalah kegotongroyongan, kekeluargaan, dan kebersamaan.”

    Ia mengatakan PP membuka perwakilan di luar negeri berdasarkan permintaan dari orang-orang yang menilai organisasi itu memiliki solidaritas dan militansi tinggi. “Sekarang ini kami sudah ada perwakilan di Australia, Singapura, Malaysia. Di Amerika sudah ada di Washington dan sekarang California. Sebentar lagi kami akan memulai di Eropa,” kata dia. Japto mengatakan pihaknya ingin membuka perwakilan di negara-negara bagian lain di AS.

    Tujuan utama PP di Amerika, kata dia, adalah menggelar acara yang dapat menumbuhkan kebersamaan, seperti kesenian, olahraga, pendidikan, bazar, dan acara untuk anak-anak.

    LOLO K. SANTOSA (LOS ANGELES)



    Terpopuler :
    Menteri Luar Negeri Inggris Sambangi Jokowi
    Massa Geruduk Apartemen Cempaka Mas
    Lalu Lintas Menuju Bandara Halim Belum Macet
    Amdal Bandara Halim Hampir Rampung
    Penembak Briptu Nurul Ditangkap di Lampung
    Sampah Banjir Jakarta Lebih dari 3.350 Ton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.