Wawancara Jokowi Soal Davos: Saya Kan Tokoh Kecil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo alias Jokowi saat diwawancarai TEMPO di

    Joko Widodo alias Jokowi saat diwawancarai TEMPO di "Rumah Saya" Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 20-9, 2012. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui melewatkan kesempatan untuk hadir dalam forum dunia bergengsi, The World Economic Forum (WEF) Annual Winter Meeting, 22-25 Januari 2014 di Davos, Swiss. Forum Davos yang harusnya dihadiri Jokowi itu dihadiri para CEO dan pemimpin politik berpengaruh di planet ini.

    Harusnya Jokowi berbicara dalam perhelatan Forum Young Global Leaders pada 22 Januari--acara rangkaian Forum Davos yang digelar pada 22-25 Januari 2014 dengan tema "The Reshaping of the World: Consequences for Society, Politics, and Business". Undangan untuk menjadi pembicara itu diterima Jokowi pada September tahun lalu. Sempat nyaris berangkat, tapi Jokowi mengurungkan niatnya setelah membaca laporan BMKG soal perkiraan cuaca di Jakarta pada Januari dan Februari 2014.

    Mengapa Jokowi memutuskan tak hadir dalam forum internasional itu dan apa pertimbangan sosok yang dikenal merajai survei calon presiden itu? Berikut ini petikan wawancara dengan Tempo, Kamis sore pekan lalu, 23 Januari 2014. (Baca juga: Mengapa Davos Penting bagi Jokowi?)

    Bagaimana ceritanya Anda diundang forum itu?
    Panitia datang dan memberikan undangan kepada saya. Itu September tahun lalu. Tapi saya enggak bisa datang. Pertengahan November, saya beri kabar tak bisa datang.

    Mengapa?
    Hitung-hitungannya, laporan BMKG yang saya terima, curah hujan pada Januari-Februari 2014 tinggi. Ada kemungkinan Jakarta banjir. Awalnya saya mau hadir, tapi kondisi itu membuat saya memutuskan tak hadir. Saya langsung menjawab kepada panitia yang menghubungi saya.

    Anda melewatkan forum yang bagus untuk Anda dan Indonesia...
    Iya, itu bagus untuk tokoh-tokoh besar. Saya kan tokoh kecil. Saya tokoh kecil untuk imbuh-imbuh, untuk tambahan saja.

    Anda minder untuk datang?
    Banyak forum internasional saya datangi. Sering malah, sejak saya menjadi Wali Kota Surakarta. Award transportation forum, climate change, urban planning. Bahkan saya pernah bicara di Sidang PBB. Juga di Seoul, Kenya. Biasa-biasa saja.

    Anda tak melihat acara di Davos itu penting sehingga banyak yang lobi untuk datang?
    Iya, memang banyak yang pengin ikut. Tapi, dalam kondisi begini, saya lebih mendahulukan rakyat dong...

    Ketidakhadiran di Davos hasil konsultasi dengan Ibu Megawati?
    Ya... (mengunci bibir, lama tak menjawab). Saya putuskan sendiri. Kalau mau pergi, ya, pasti saya pamit Bu Mega.

    JOBPIE SUGIHARTO

    Berita terkait
    Banjir, Jokowi Pilih Mangkir dari Forum Davos
    Mengapa Davos Penting Bagi Jokowi? 
    Alasan Jokowi Mangkir dari Forum Davos


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.