Pasek: Syarief Hasan Tak Pantas Pimpin Demokrat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan. TEMPO/Subekti

    Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia, I Gde Pasek Suardika, menilai Syariefuddin Hasan belum layak memegang tanggung jawab sebagai Ketua Harian Partai Demokrat. Sebab, menurut Pasek, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah itu tak berfokus mengurus partai. 

    "Konsentrasinya terbagi di dua hal," ujar bekas politikus Demokrat itu di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Senin, 27 Januari 2014. 

    Pasek juga menganggap gaya kepemimpinan Syarief sebagai ketua harian kurang cakap. Emosi dan wibawa Syarief yang naik turun dinilai tidak mencerminkan sosok ketua sama sekali. 

    Tingkat emosinya, ujar Pasek, menunjukkan bahwa Syarief tidak bisa mengelola dinamika partai. "Dia kurang kapasitas," kata dia. Bekas Komisi Hukum DPR itu menilai hal tersebut membahayakan Demokrat. Pasek berpendapat dampak langsung dari itu akan kentara pada pengambilan kebijakan di tingkat elite partai. "Kasihan SBY nantinya," ujarnya. 

    Pasek dipecat dari Demokrat dengan tuduhan melanggar kode etik partai. Pasek bergabung dengan organisasi PPI, yang didirikan bekas Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Ia salah satu pengurus Demokrat yang masih loyal kepada Anas.

    AMRI MAHBUB

    Baca juga:
    Cuit Anas Urbaningrum: Demokrat Ganti Ketua Umum
    Survei: Jokowi Bertahan, Prabowo-Aburizal Jeblok
    Suap di Bea Cukai, Kubu STAN vs Non-STAN Meruncing
    Jazuli Laporkan Mahfud Md. ke Mabes Polri
    Di mana Saja Duit Sogokan Akil Mochtar Diberikan?
    Garap 400 Kasus, Akil Punya Jejaring Pemasaran
    PKS Soal Jokowi: Populer Enggak Dicalonin, Ngapain ?
    Ahok: Bawah Tanah Jakarta Dobel Semrawut
    Bagaimana Kondisi Tanah Tol Cipularang KM 72?
    Ratu Atut Dicopot dari DPP Partai Golkar 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.