Gede Pasek Kaji Ulang Rencana Gugat Demokrat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika, menyatakan sedang mengkaji ulang rencana menggugat partainya. Sebab, Dewan Perwakilan Rakyat telah mengembalikan surat pergantian antarwaktu untuk Pasek kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.

    "Sudah siap gugatannya, tapi karena kondisinya seperti ini, tim pembela menyatakan sedang mengkaji ulang," ujarnya seusai menjenguk kawan akrabnya, tersangka korupsi Anas Urbaningrum, di Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 27 Januari 2014.

    Menurut dia, ada tiga hal yang dipermasalahkannya dalam pergantian antarwaktu itu. Yakni formalitas surat, prosedur pemecatan, dan substansi surat tersebut.

    Dalam formalitas surat, ia mempermasalahkan tak adanya tanda tangan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam surat pergantian antawaktu yang dilayangkan partainya kepada DPR. Surat itu hanya ditandatangani Ketua Harian Demokrat Syarifuddin Hasan. DPR lantas mengembalikan surat itu karena tak sesuai dengan peraturan yang mengharuskan ketua umum partai politik meneken surat semacam itu.

    Pasek mengatakan, meski surat itu kemudian ditandatangani SBY, ia bakal tetap menggugatnya ke pengadilan. Sebab, ada masalah pada prosedur pemecatan dan substansi surat itu. "Saya dianggap melanggar kode etik, tapi saya tidak pernah tahu kode etik mana yang dilanggar," ucapnya.

    Pasek selama ini dikenal sebagai orang dekat Anas. Ia didapuk jadi Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia, organisasi yang didirikan Anas. Pasek kerap menemani Anas ketika diperiksa oleh KPK, serta ikut datang ke KPK saat Anas ditahan oleh komisi antirasuah tersebut.

    Pada 17 Januari lalu, Demokrat memecat Pasek dari keanggotaannya di Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam surat pergantian antarwaktu yang dilayangkan Demokrat ke DPR, Pasek disebut melanggar kode etik. 

    BUNGA MANGGIASIH


    Baca juga:
    Survei: Jokowi Bertahan, Prabowo-Aburizal Jeblok
    Cuit Anas Urbaningrum: Demokrat Ganti Ketua Umum  
    Irfan Bachdim Resmi Gabung Klub Jepang  
    Survei: PDIP Tak Usung Jokowi, Prabowo Menang  
    Arthur Irawan Bergabung ke Malaga
    Jazuli Laporkan Mahfud Md. ke Mabes Polri
    Survei: Publik Inginkan Koruptor Dihukum Mati  
    Garap 400 Kasus, Akil Punya Jejaring Pemasaran
    Gempa Kebumen, Aktivitas Gunung Api Masih Normal  
    Di mana Saja Duit Sogokan Akil Mochtar Diberikan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.