Di mana Saja Duit Sogokan Akil Mochtar Diberikan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akil Mochtar. TEMPO/Dasril Roszandi

    Akil Mochtar. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Akil Mochtar tak bekerja sendiri dalam memainkan putusan sengketa kepala daerah di Mahkamah Konstitusi. Banyak orang membantunya, dari menjadi penghubung dengan kepala daerah, merekayasa barang bukti, mengambil uang, hingga mencuci uang suap itu. (baca: Garap 400 Kasus, Akil Punya Jejaring Pemasaran)

    Menurut Daryono, sopirnya, Akil memainkan perkara sejak tahun 2010, sebelum menduduki kursi Ketua Mahkamah Konstitusi, setahun lalu. Dalam kurun itu, setidaknya 400 sengketa pemilihan kepala daerah ia tangani. (baca: Daryono, Sopir Akil Jadi Kurir Uang Sejak 2009 )

    Dalam dokumen yang diperolah Tempo, Daryono menyebut hanya menjalankan perintah bosnya. Sopir Akil itu tidak mengetahui sumber duit yang dia ambil di tempat-tempat yang sudah disepakati Akil dengan kurir penyuap.

    Seperti dilansir Majalah Tempo dalam edisi Tiga Meraup Suara pada pekan ini, Daryono diminta menjemput atau mengambil bingkisan duit itu di sejumlah tempat, termasuk di halaman rumah dinas Akil. Yang jelas, Daryono harus siap dengan mobil dinas Akil, Toyota Camry R-19, yang dikemudikannya.

    Di mana saja lokasi bingkisan untuk Akil itu berpindah?

    1. Area parkir Mal Sarinah
    2. Area parkir Hotel Indonesia
    3. Area parkir Pacific Place
    4. Area parkir TIS Square
    5. Area parkir Carrefour, Jalan M.T. Haryono
    6. Halaman rumah pribadi Akil Mochtar di Pancoran
    7. Halaman rumah dinas Akil di Widya Chandra



    BAGJA HIDAYAT | ANTON SEPTIAN | RUSMAN P | BUNGA M

    Berita terkait
    Akil Sempat Susun Draf Putusan Pemilu Serentak
    Akil Disebut Hambat Putusan Pemilu Serentak
    Ada Akil di Pilkada Palembang dan Empat Lawang
    Kasus Akil, KPK: Keterangan Idrus Sudah Cukup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?