Ambles, Jalan Tol Cipularang Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintasi jalan yang amblas di Tol Cipularang kilo meter 72, Purwakarta, Jawa Barat  (24/1). Jalan di KM 72 + 100 Tol Cipularang menuju Bandung amblas setinggi 12-60 cm dan panjang 60 meter di lajur satu. Jalan ini akan ditutup sementara karena akan dilakukan perbaikan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kendaraan melintasi jalan yang amblas di Tol Cipularang kilo meter 72, Purwakarta, Jawa Barat (24/1). Jalan di KM 72 + 100 Tol Cipularang menuju Bandung amblas setinggi 12-60 cm dan panjang 60 meter di lajur satu. Jalan ini akan ditutup sementara karena akan dilakukan perbaikan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga menutup sebagian ruas jalan tol Cipularang dari Jakarta menuju Bandung mulai Jumat siang, 24 Januari 2014. Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Ghani Gazali, jalan tersebut ditutup setelah ruas kilometer 72 ambles. "Ditutup sehari untuk perbaikan," kata dia di kantor Kementerian Pekerjaan Umum.

    Ghani mengatakan, lalu lintas dari Jakarta menuju Bandung dialihkan lewat Sadang. Penutupan jalan dilakukan pada kilometer 68-72 dari Jakarta ke arah Bandung atau Cikopo sampai Sadang. "Ruas jalan yang bisa digunakan mulai dari Sadang."

    Menurut Ghani, penutupan jalan selama 24 jam dilakukan agar perbaikan bisa berjalan maksimal dan keselamatan pengendara terjamin. Jasa Marga akan memasang beronjong dan tiang pancang agar ruas jalan tidak longsor. Pada hari Minggu, 26 Januari 2014, jalur tol ini diharapkan bisa kembali normal. "Terutama untuk kendaraan golongan I atau pribadi," katanya.

    Khusus untuk kendaraan golongan II, Ghani mengatakan izin lintasnya baru dibuka sepekan mendatang. Menurut dia, penyebab amblasnya jalan adalah curah hujan yang tinggi. Karena ruas yang ambles bersebelahan dengan sungai, aliran air hujan yang tinggi mengikis lapisan tanah bawah jalan sehingga ambles.

    ANANDA TERESIA



    Berita Lain:



    DAMRI Akan Beroperasi di Timor Leste
    Banjir, Hidayat: Industri Rugi Rp 100 M per Hari
    Pantura Tersendat, Inflasi Awal Tahun Meningkat
    Honda Akan Relokasi dari Thailand ke Indonesia?
    UMKM Jadi Penopang Ekonomi Indonesia
    Pembiayaan BPR Syariah ke UMKM Masih Minim
    Telstra Bidik Pasar Komputasi Awan Indonesia
    Pertamina Jelaskan Soal Tata Niaga Elpiji ke KPPU





     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.