Longsor di Bogor, 55 Rumah Tertimbun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencari barang yang masih bisa diselamatkan di rumah mereka yang tertimbun longsor di Kampung Babakan Sirna, Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (22/11). 17 rumah warga rusak tertimpa tanah longsor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga mencari barang yang masih bisa diselamatkan di rumah mereka yang tertimbun longsor di Kampung Babakan Sirna, Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (22/11). 17 rumah warga rusak tertimpa tanah longsor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bogor - Cuaca buruk memicu longsor di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jumat, 24 Januari 2014. Akibatnya, sebanyak 55 rumah rata dengan tanah dan 131 lainnya terancam roboh. Sebanyak 530 orang harus diungsikan, terutama warga yang rumahnya tertimbun dan rusak. Para korban kini menumpang sementara di rumah sanak saudaranya yang berada di lokasi lebih aman.

    Selain itu, bencana alam ini juga memutuskan jalan penghubung Sukamakmur-Jonggol sepanjang 300 meter. Longsor juga membuat puluhan tiang listrik ambruk dan bergeletakan di jalan raya sehingga aliran listrik terputus.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Yos Sudrajat menjelaskan bahwa longsor mulai terjadi sejak sepekan lalu, Jumat, 17 Januari 2014. Namun, longsor belum menimbulkan kerusakan besar. Longsor besar terjadi ketika hujan kembali mengguyur wilayah Sukamakmur pagi tadi. "Tidak ada korban luka atau jiwa dalam musibah ini. Sebab sejak mulai terjadi longsor kecil, kami terus siaga dan melakukan pemantauan. Sehingga ketika longsor besar terjadi, warga sudah dievakuasi," katanya.

    Yos mengatakan penanggulangan tanggap darurat sedang dilakukan dengan mengerahkan 250 personel gabungan Tagana, PMI, Kepolisian, TNI, dan relawan. Selain mengevakuasi warga, petugas juga membantu menyelamatkan harta benda para korban bencana. Bupati Bogor Rachmat Yasin segera memberikan bantuan tanggap darurat kepada para korban tanah longsor Cibadak, Sukamakmur. Kebutuhan yang mendesak, seperti obat-obatan, pangan dan sandang untuk segera diberikan kepada warga korban bencana. "Tindakan lainnya, seperti relokasi, akan dibahas. Penanganan yang dilakukan sekarang bersifat darurat," katanya.

    ARIHTA U. SURBAKTI

    Berita Lain:
    Ditanya Sodetan, Jokowi: Saya Enggak Bisa Nyodet
    Harga Rumah Mewah Sutan Ditaksir Rp 15 Miliar
    Begini Tuntutan Pelawak kepada Jokowi
    Miliarder Ini Sumbang 10 Bus Transjakarta
    Akil Pasang Tarif Miliaran Urus Sengketa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.