Pasek Siap Gugat Ibas dan Syarief Hasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika akan menggugat Syarief Hasan dan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas jika somasinya tak dihiraukan. Menurut Pasek, gugatan ini akan dilayangkan apabila setelah 3 hari dari waktu somasi, Ketua Harian dan Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut tidak mencabut surat pemecatan dirinya dari Partai Demokrat maupun sebagai anggota DPR.

    "Kalau somasinya diindahkan, akan ada gugatan," ujar Pasek di Pengadilan Tipikor, Selasa, 21 Januari 2014. Ia menuturkan telah mengirim somasi Senin, 20 Januari 2014 kemarin, dan batas waktunya 3x24 jam.

    Pasek mengatakan hal ini sebagai upaya meluruskan sesuatu yang dijalankan tidak mengacu pada aturan yang berlaku. "Ingin meluruskan di internal partai kami. Karena keputusannya diambil denga amarah, emosi, tidak prosedural," ujar dia.

    Pemecatan kader, kata Pasek, surat keputusannya harus ditanda tangani Ketua Umum Demokrat, bukan Ketua Harian. Proses pemecatan, menurut dia, seharusnya melalui pemanggilan oleh Dewan Kehormatan. Namun, ia tidak pernah dipanggil ataupun dimintai keterangan, tahu-tahu langsung dipecat begitu saja. "Kami minta Mass Ibas dan Syarief Hasan untuk diperiksa juga oleh Dewan Kehormatan, karena melanggar prosedur itu. Partai ini bukan milik pribadi, tapi milik publik," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia itu.

    Pasek menilai alasan pemecatan dirinya juga tidak jelas. Pasek mempertanyakan kode etik yang mana yang telah ia langgar. "Katanya karena ikut PPI, nganter Anas ke KPK, dan mengkritik KPK. Tradisi seperti ini jangan dipertahankan lah, ini modus," ujar dia.

    Selain itu, dia mengaku saat ini juga sedang berkonsolidasi dengan para Ketua DPC yang dipecat tanpa ada alasan yang jelas. "Ini ilustrasi dan improvisasi dengan temen-temen. Ini cara yang harus diluruskan," kata Pasek.

    LINDA TRIANITA

    Berita Lain
    Ahok: Gimana Enggak Banjir Kalau Tanggul Dibolongi? 
    Seberapa Kaya Sutan Bhatoegana? 
    Jakarta Banjir, Ruhut Tuntut Jokowi Minta Maaf 
    Alasan Jokowi Mau Pasang Badan untuk Pusat 
    Ahok: Kami Bawa Polisi, Mereka Bawa Golok  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.