BAP Berty telah Diserahkan ke Kejati Maluku

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) pimpinan geng Coker (Cowok Keren), Berty Loupatty, tersangka utama pelaku kerusuhan di Maluku, pasca Perjanjian Malino, telah selesai. Berkas itu diserahkan oleh polisi ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, pada 3 Januari lalu. Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Zainuri Lubis, mengungkap hal itu kepada Tempo News Room, di ruang kerjanya, Kamis (9/1). Menurut Zainuri, berkas pemeriksaan itu belum dinyatakan lengkap ataupun dikembalikan. Kita masih menunggu. Jika berkas ini tidak ada masalah berarti tinggal menunggu persidangan saja, ujarnya. Ketika ditanya mengenai adanya keterlibatan anggota Kopassus yang membekingi Berty dan kawan-kawannya, Zaenuri mengatakan tidak mengetahui hal itu. Sebab itu, ia tidak bisa memastikan apakah tim koneksitas akan dibentuk untuk memeriksa anggota Kopassus. Seperti diketahui, pada Selasa (7/1) lalu, fasilitator pengacara Berty Christian Rahajaan di Mabes Polri menyebutkan bahwa Kopassus berada di belakang semua aksi yang dilakukan geng Coker. Menurut Berty, seperti diungkap Rahajaan, dirinya adalah binaan Kopassus, dan Kopassus selalu ikut serta dalam setiap aksi penyerangan itu. Menurut Zainuri, dalam kasus geng Coker, bisa saja dilakukan pemisahan. Namun, harus dilihat dulu apa kepentingannya, dan sejauh mana keterlibatannya. Jika terbukti Kopassus melakukan penyerangan dan penembakan, tentu tim koneksitas akan dibentuk. Mengenai hal ini, Wakil Kepala Komandan Pusat Polisi Militer (Wadanpuspom) TNI AD, Brigjen TNI Hendardji, di Mabes Polri, Rabu (8/1) kemarin menyatakan belum mengetahui hal itu. Ia masih menunggu informasi dari Kepolisian. Menurut dia, Tim Puspom kini masih berkonsentrasi pada kasus penembakan di Timika. Namun, jika memang ada laporan itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan. (Wahyu Mulyono-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.