Ani SBY Tertawa Dipanggil Ibu Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada kejadian menarik pada acara peluncuran buku terbaru Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berjudul 'Selalu Ada Pilihan'. Wakil Pemimpin Umum Kompas, Sutan Sularto, sempat salah menyebut posisiKristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, istri SBY.

    Ini terjadi ketika Sularto menyampaikan sambutan Kompas sebagai penerbit yang mencetak buku SBY di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jumat malam, 17 Januari 2014.
    Mewakili Pemimpin Umum Kompas Jacob Oetama yang berhalangan hadir, Sularto membacakan beberapa larik kertas yang dia sebut ditulis oleh Jacob.

    Dalam sambutannya, Sularto menyampaikan sejumlah hal. Misalnya, mengapresiasi buku itu lantaran ditulis langsung oleh SBY, yang di tengah kesibukannya masih bisa meluangkan waktu menulis. Saat pidatonya setengah jalan, tiba-tiba Sularto menyelinginya dengan menyapa SBY, Ani, Wakil Presiden Boediono, dan Herawati Boediono.

    "Bapak Presiden dan Ibu Presiden. Bapak Wakil Presiden dan Ibu Negara," kata Sularto. Pernyataan ini mengundang gelak tawa hadirin. Sularto ikut tertawa karena menyadari kesalahannya. Biasanya, Ani disebut sebagai Ibu Negara dan Herawati langsung disebut nama.

    Namun, SBY, Ani, Boediono, dan Herawati tak menanggapi secara serius kesalahan Sularto. SBY malah terlihat tersenyum. Sedangkan Ani terlihat tertawa lebar sambil bertepuk tangan. "Mohon maaf kalau terjadi kesalahan dari mulut saya," ujar Sularto, berupaya meminta maaf.

    Acara peluncuran buku ini dimulai pukul 8 malam. Sejumlah undangan terlihat mendatangi kawasan JCC sekitar pukul 7 malam. Undangan khusus ini terdiri atas berbagai kalangan mulai dari pengusaha, tokoh nasional, hingga menteri kabinet. Acara tersebut terlihat formal lantaran para undangan seragam mengenakan batik.

    Lokasi acara disulap begitu mewah. Di Assembly Hall JCC, tiga layar besar terpasang. Satu di antaranya berukuran raksasa sekitar 6x20 meter. Layar ini diapit dua layar lebih kecil dengan ukuran sekitar 4x6 meter. Ratusan bangku disusun dengan formasi 10 baris. Sementara di luar Assembly, kain-kain raksasa berwarna putih membalut gedung memberikan kesan elegan.

    Buku 'Selalu Ada Pilihan' ini berisi pengalaman SBY memimpin Indonesia selama sembilan tahun terakhir. Melalui buku ini juga, SBY akan menjawab sejumlah kritik hingga fitnah yang dia alami. "Saya menulisnya sendiri, termasuk judulnya 'Selalu Ada Pilihan' (SAP)," tulis SBY dalam akun Facebook dan Twitter miliknya.

    PRIHANDOKO
     

    Berita lain
    Ani Yudhoyono: Ini Tustel Pribadi, Paham?
    Ani Yudhoyono Berang Ditanya Kepemilikan Kamera
    Begini Jokowi Menjawab Sentilan Ibu Ani Soal Istrinya 
    Jengkel Dicaci Maki, Ani SBY Sentil Istri Jokowi
    Ani Yudhoyono Bicara Soal Tahun Politik 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.