Loyalis Anas: Pemecatan Pasek Blunder Demokrat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika (kanan) berfoto bersama penggantinya Pieter Zulkifli usai penetapan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/10). Pieter menggantikan Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Mantan Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika (kanan) berfoto bersama penggantinya Pieter Zulkifli usai penetapan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/10). Pieter menggantikan Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Loyalis Anas Urbaningrum, Tri Dianto, mengatakan bahwa pemecatan yang dilakukan Partai Demokrat terhadap Gede Pasek Suardika sebagai kader adalah kesalahan besar. "Demokrat salah kaprah memecat Pasek. Ini blunder Pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi," kata Tri Dianto saat dihubungi Tempo, Kamis, 16 Januari 2014.

    Menurut Tri, blunder itu akan merugikan Demokrat secara politik. Alasannya, pemecatan dilakukan menjelang Pemilu. Di sisi lain, Pasek diyakini punya basis massa untuk meraup suara. "Rakyat jadi semakin tidak simpati pada Demokrat," kata dia.

    Diberitakan sebelumnya, Demokrat melakukan pergantian antarwaktu kepada Pasek sebagai anggota DPR. Surat penggantian Pasek tertanggal 13 Januari 2014 dikirim kepada Sekretariat Jenderal DPR Kamis, 16 Januari 2014. Selain memecat melakukan PAW dan sebagai anggota DPR, Pasek juga dipecat sebagai kader partai.

    "Surat baru masuk," kata Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti saat dihubungi, Kamis, 16 Januari 2014. Dia menjelaskan, setelah ini Setjen Dewan akan menyampaikan surat ini kepada pimpinan DPR. Selanjutnya, pimpinan DPR akan bersurat ke KPU untuk menentukan siapa pengganti Pasek.

    Pasek selama ini dikenal sebagai orang dekat Anas Urbaningrum. Selain itu, Pasek juga menjadi Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia yang didirikan Anas. Pasek juga menemani Anas ketika diperiksa oleh KPK dan ditahan di rumah tahanan komisi antikorupsi.

    AMIRULLAH

    Berita Populer

    Otto Hasibuan Mundur Sebagai Pengacara Akil 
    Djoko Kirmanto: Jokowi Jangan Ambil Wewenang Pusat
    Kisah Cinta Ahok, Beda 9 Tahun dengan Istrinya  
     
    Jajal Bus Transjakarta Baru, Jokowi Kedinginan AC 
    Suami Khofifah Sudah Lama Menulis Hari Kematiannya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?