Syahbandar Tak Izinkan Nelayan Tegal Melaut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nelayan melaut pada saat cuaca buruk. ANTARA/Dedhez Anggara

    Ilustrasi nelayan melaut pada saat cuaca buruk. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.COTegal - Cuaca buruk di Laut Jawa memaksa Kantor Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal, kembali mengerek bendera hitam, Kamis, 16 Januari 2014. Selama bendera itu berkibar, Kantor Syahbandar tidak akan melayani pengurusan surat perizinan berlayar (SPB).

    “Cuacanya sudah terlalu ekstrem. Sangat bahaya kalau nelayan nekat melaut,” kata Kepala Kantor Syahbandar Benny Wahyu kepada Tempo di kantornya. Bendera hitam itu ia perkirakan akan berkibar sampai Selasa, 21 Januari, mendatang.

    Benny mengatakan, larangan melaut ia tetapkan setelah menerima data prakiraan tinggi gelombang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah. Selama tujuh hari, dari Rabu lalu hingga Selasa pekan depan, ketinggian ombak diprediksi mencapai 6 meter.

    Selama cuaca buruk melanda Laut Jawa sejak Desember 2013, Kantor Syahbandar Kota Tegal sudah dua kali menaikkan bendera hitam. Yang pertama, pada 27 Desember hingga 2 Januari 2014.

    Prakiraan BMKG di papan informasi Kantor Syahbandar menunjukkan ketinggian ombak mencapai 3 meter terjadi di perairan selatan Jawa Tengah, Laut Jawa bagian barat, perairan Kalimantan Timur, Laut Bali, perairan Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga perairan Merauke.

    Di perairan Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan bagian barat dan selatan, selatan Jawa Timur, Laut Jawa, perairan Sulawesi, Laut Flores, Laut Banda selatan, perairan Morotai, dan Laut Maluku utara, ketinggian ombaknya mencapai 4 meter.

    Adapun ketinggian ombak mencapai 6 meter terjadi di perairan Kepulauan Anambas, Riau, Jambi, Selat Karimata, Laut Jawa bagian timur, perairan Masalembu, selatan Bali dan Nusa Tenggara, selat Makasar, perairan Sulawesi selatan, hingga Laut Arafura.

    Akibat tingginya ombak, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi, Kabupaten Tegal, tampak lengang. Belasan kapal ditambatkan di dermaga tanpa ada aktivitas nelayan. “Sudah satu bulan tidak ada lelang. Nelayan tidak berani melaut,” kata petugas di TPI Suradadi, Wage Waryono.


    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.