SBY Ajukan Banding Putusan PTUN Soal Patrialis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrialis Akbar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Patrialis Akbar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang membatalkan keputusan presiden tentang pengangkatan Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi.

    "Sudah (diajukan banding)," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa malam, 14 Januari 2014.

    Menurut Amir, upaya banding ini diajukan Presiden sebelum melewati batas yang ditetapkan undang-undang, yakni 14 hari setelah putusan PTUN keluar. Namun dia tak ingat waktu persis banding itu diajukan. "Minggu lalu sudah (diajukan)," ujar dia. Alasan banding, kata Amir,  "Keppres itu dianggap sudah benar. Itu saja."

    Sebelumnya, pada 23 Desember 2013 lalu, PTUN Jakarta membatalkan Keputusan Presiden Nomor 87/P Tahun 2013 mengenai pengangkatan Patrialis dan Maria Farida Indrati sebagai hakim konstitusi.

    Dalam putusannya, majelis mengharuskan tergugat, yakni Presiden SBY, mencabut pengangkatan Patrialis sebagai hakim konstitusi. Keputusan itu sejalan dengan gugatan tim advokasi Koalisi Penyelamatan Mahkamah Konstitusi yang dilayangkan pertengahan Agustus lalu.

    PRIHANDOKO

    Berita Lain
    Akil Timbun Dolar di Tembok Ruang Karaoke
    Ngotot Minta Duit, Akil Nge-PING!
    Urusan Makan Anas Urbaningrum Bisa Bikin Repot KPK 
    Siapa Penghancur Demokrat Versi Marzuki Alie?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.