Ratusan Ribu Lahan Kritis Ancam Banten Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membantu warga saat evakuasi banjir di Ciledug, Banten, (13/1).  Banjir tersebut disebabkan meluapnya kali Angke akibat hujan terus menguyur wilayah Jabotabek. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Petugas membantu warga saat evakuasi banjir di Ciledug, Banten, (13/1). Banjir tersebut disebabkan meluapnya kali Angke akibat hujan terus menguyur wilayah Jabotabek. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Serang - Kondisi lahan kritis masih mengancam banjir di Provinsi Banten, terutama di dua daerah, yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Jumlah lahan kritis di Banten saat ini seluas 104.103 hektare dari luas lahan 208.161,27 hektare.

    Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banten, Suyitno, mengatakan bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di beberapa wilayah di Banten akibat masih banyaknya bukaan hutan di hulu Sungai Ciujung dan Ciberang (Kabupaten Lebak) serta Ciliman (Kabupaten Pandeglang).

    "Memang bukaan hutan masih terus terjadi di Banten, tapi hutan yang dibuka itu rata-rata hutan rakyat. Dan dari analisis yang kami lakukan, banjir yang sempat memutuskan jalan tol Tangerang-Merak dulu, salah satunya akibat hutan yang kritis dan penebangan pohon," kata Suyitno, Selasa, 14 Januari 2013.

    Menurut dia, dari 104.103 hektare hutan kritis di Banten, yang paling parah terjadi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. "Upaya yang kami lakukan yaitu penanaman pohon dari hulu sungai hingga hilir," katanya.

    Untuk solusi pencegahan banjir di Sungai Ciujung, kata Suyitno, perlu dilakukan perbaikan lahan kritis di daerah hulu sungai, pengerukan pendangkalan sungai, dan pembangunan Waduk Karian.

    Adapun Kepala Bidang Peredaran Hutan dan Kebun, Engkos Kusnandar, mengatakan saat ini terdapat kesulitan melakukan rehabilitasi di bagian hulu sungai yang masuk dalam hutan taman nasional. "Kalau hutan taman nasional kita tidak bisa masuk sembarangan, dan itu kewenangan balai," katanya.

    Engkos mengatakan, kondisi tanah yang ada di Banten juga sangat labil. Jika curah hujan yang turun sangat lama, tipe tanah di Banten, khususnya di daerah selatan Banten seperti Pandeglang dan Lebak, sangat sensitif dengen erosi. "Perambahan hutan juga masih terjadi," ujarnya.

    Untuk diketahui, luas hutan di Banten saat ini 208.161,27 hektare. Untuk luas hutan produksi 70.797,58 hektare; kawasan hutan lindung 9.471,39 hektare; dan kawasan hutan konservasi 127.892,30 hektare.

    WASI'UL ULUM

    Berita terpopuler
    Isi BBM Akil Soal Duit Rp 10 M di Pilkada Jatim
    Titik-titik Banjir di Jakarta Pagi Ini
    Malam Ini, Mahfud MD Bongkar Manuver Akil
    Pantau Banjir, Jokowi Malah Diminta Jadi Presiden 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.