Benarkah Akil Bermain untuk Kemenangan Soekarwo?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar saat keluar dari mobil tahanan menuju rutan setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, pada 3 Oktober 2013. KPK resmi menahan Akil setelah tertangkap dalam operasi tangkap tangan di rumah dinasnya pada 2 Oktober 2013, bersama sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi suap pengaturan putusan MK terkait dengan sengketa pemilihan Kepala Daerah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar saat keluar dari mobil tahanan menuju rutan setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, pada 3 Oktober 2013. KPK resmi menahan Akil setelah tertangkap dalam operasi tangkap tangan di rumah dinasnya pada 2 Oktober 2013, bersama sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi suap pengaturan putusan MK terkait dengan sengketa pemilihan Kepala Daerah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memiliki rekaman pembicaraan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dengan Ketua Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali. “Isinya membahas pengaturan putusan sengketa pilkada di Jawa Timur tahun 2009, termasuk permintaan duit Rp 10 miliar dari Akil,” kata sumber Tempo, kemarin.

    Gugatan sengketa pilkada ini diajukan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi. Mereka menggugat kemenangan calon petahana, Soekarwo-Saifullah Yusuf. Panel hakim sengketa ini diketuai Akil Mochtar.

    Menurut sumber Tempo itu, percakapan BBM tersebut sudah ditanyakan ke Akil ketika dia diperiksa penyidik KPK pada 19 Desember 2013. Pengacara Akil, Adardam Achyar, membenarkan ihwal percakapan itu. “Meskipun hal tersebut pernah ditanyakan kepada Pak Akil, saya tidak bisa mengomentarinya lebih jauh,” kata dia kepada Tempo pekan lalu.

    Akil ditangkap KPK di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta, pada 3 Oktober 2013 malam. KPK menyangka Akil menerima suap terkait sengketa pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Lebak. Dia juga disangka menerima suap terkait sengketa pilkada Lebak, Banten.

    Tak hanya itu, KPK membidik Akil dengan tuduhan menerima hadiah dari sejumlah sengketa pilkada yang dia tangani, termasuk Jawa Timur. Akhir pekan lalu, pengacara Akil, Adardam Achyar, membenarkan ihwal percakapan itu.

    BUNGA MANGGIASIH I MUHAMAD RIZKI | WAYAN AGUS PURNOMO | NUR ALFIYAH | ANTON A

    Baca juga:
    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres

    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.