Pengacara: Seret Anas, KPK Mesti Beri Hadiah Nazar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elza Syarif. TEMPO/Tony Hartawan

    Elza Syarif. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Nazaruddin, Elza Syarief, mengatakan seharusnya ada penghargaan kepada kliennya karena mengungkap skandal korupsi proyek Hambalang yang menyeret mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

    “Sampai detik ini belum ada penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Nazaruddin. Kita berharap dia mendapat predikat sebagai whistleblower dan justice collabolator,” ujar Elza, ketika dihubungi Tempo, Jumat, 10 Januari 2014.

    Dengan begitu, kata Elza, Nazaruddin bisa mendapatkan keringanan hukuman ataupun remisi. Menurut Elza, Nazaruddin belum akan berbicara lagi terkait skandal kasus lain karena belum adanya penghargaan.

    Rencana penahanan Anas Urbaningrum setelah mangkir tiga kali pemanggilan KPK membuat mantan ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam itu terancam dijemput paksa hari ini jika tetap mangkir. Anas dijerat tuduhan gratifikasi di tiga kementerian hasil dari permainan proyek Hambalang.

    Meski demikian, kata Elza, penahanan Anas belum menjadi keberhasilan tertinggi dari kasus Hambalang yang diungkap Nazaruddin. Ia berkata ada pemain proyek yang lebih tinggi tingkatannya jika Anas memberi keterangan kepada penyidik KPK. “Lihat saja, akan ada orang yang lebih tinggi terkait proyek Hambalang,” ujar Elza.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Terpopuler Lainnya:
    SBY Tolak Gelar Jenderal Besar dari TNI
    Akal-akalan Merebut Lagi Kursi Pakai Duit Negara
    Luthfi Hasan Ditahan, Darin Mumtazah Tak Tahan
    Konferensi Pers Anas Pagi Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.