Rabu, 14 November 2018

Butuh Kapal Selam, TNI Kirim Tim ke Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Selam KRI Nanggala 402. TEMPO/Fahmi Ali

    Kapal Selam KRI Nanggala 402. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta -  Panglima TNI Jenderal Moeldoko berencana mengirim tim ke Rusia pada akhir bulan ini. Tim ini ditugaskan menemani perwakilan Kementerian Pertahanan untuk membicarakan kemungkinan pembelian kapal selam Kilo Class buatan Negeri Beruang Merah tersebut. "Kami akan lihat dan dalami dua pilihan," kata Moeldoko kepada wartawan di lapangan Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 6 Januari 2014.

    Dua pilihan tersebut adalah kemungkinan membeli kapal selam Kilo Class produksi baru atau membeli bekas dengan skema hibah. Meski begitu, Moeldoko tetap berharap pemerintah bisa membeli kapal selam Kilo Class produksi baru. "Mudah-mudahan saja, kalau kondisi anggaran pemerintah bagus," kata dia.

    Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio sebelumnya pernah menyebut ketertarikannya memboyong kapal selam jenis Killo Class dan Amur Class buatan Rusia. Namun, dia belum bisa menentukan kapal selam mana yang bakal diboyong ke Tanah Air.

    Marsetio sendiri sudah menyambangi Rusia tahun lalu. Dia tertarik dengan kemampuan kapal selam Kilo Class. Kapal yang diproduksi 1990-2000 itu tergolong canggih karena mampu menembakkan rudal dari dalam laut ke permukaan. Rudal yang diluncurkan pun punya jangkauan jauh, yakni 300 kilometer. "Indonesia belum punya kapal selam seperti ini," kata Marsetio

    INDRA WIJAYA

    Berita Terpopuler:
    Mulai Besok, Deddy Corbuzier Digantikan Farhat Abbas
    Jadi Host, Farhat Abbas Yakin Tak Membosankan
    KontraS: Lima Hal Janggal di Penggerebekan Ciputat
    Soal Kenaikan Harga Elpiji, SBY Bercuit
    SBY Minta Pertamina Tinjau Kenaikan Harga Elpiji
    Mega Didorong Restui Jokowi Jadi Capres
    Megawati Segera Umumkan Capres PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?