Komnas HAM: Sudah 100 Teroris Mati Ditembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, semalam (1/1). Kondisi rumah tersebut kini rusak parah. Atapnya hancur. Tembok terasnya pun luluh lantak. TEMPO/Marifka Wahyu

    Rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, semalam (1/1). Kondisi rumah tersebut kini rusak parah. Atapnya hancur. Tembok terasnya pun luluh lantak. TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia akan menjadikan penanganan terorisme sebagai salah satu fokus penyelesaian kasus HAM tahun ini. Komnas menilai beberapa proses dan pendekatan penanganan kasus terorisme kerap melanggar HAM, termasuk penembakan mati para terduga teroris.

    "Sudah 100 teroris mati ditembak, termasuk enam orang di Kampung Sawah, Ciputat," kata Ketua Sub-Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Natalius Pigai, saat dihubungi, Sabtu, 4 Januari 2014.

    Pigai menyatakan, Komnas akan melakukan penyelidikan dalam proses penggerebekan dan penangkapan kelompok Abu Roban di Ciputat. Pendekatan tembak mati teroris, menurut dia, tak adil karena mengurangi hak para terduga yang masih ada kemungkinan tak terkait langsung.

    "Ada juga ketidakjelasan hasil dan proses pemeriksaannya, tiba-tiba sudah masuk pengadilan," kata dia.

    Selain penanganan teroris, Komnas juga menjadikan beberapa masalah HAM sebagai fokus 2014. Komnas mengklaim akan mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus HAM masa lalu sebelum periode jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir.

    Komnas juga akan terus mendorong jalannya tim ad hoc penyelesaian kasus HAM di Aceh. Selain itu, Komnas juga memberikan perhatian besar pada kasus-kasus agraria karena menduduki posisi teratas terkait sektor masalah yang dilaporkan.

    Pigai menyatakan, lembaganya tengah bergiat untuk mendorong pemerintah dan legislatif untuk merancang regulasi atau aturan yang dapat mengurangsi konflik agraria. Komnas juga memiliki perhatian untuk menyelesaikan beberapa konflik perburuhan yang banyak menjadi tema pelaporan.

    "Saya juga akan mengangkat lagi penyelesaian kasus HAM di Biak, Papua. Kasus itu tak selesai sejak 14 tahun lalu. Akan coba diselesaikan tahun ini."

    FRANSISCO ROSARIANS

    Terpopuler:
    Ucapan Baasyir Soal JIL sampai Presiden Kafir
    Pengamat: Penggerebekan Teroris Ciputat Janggal
    Polisi Bantah Sengaja Habisi Teroris di TKP
    Alasan Ahok Ogah Ikuti Instruksi Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.