Polisi Telusuri Asal Bahan Peledak Teroris Ciputat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim puslabfor serta inafis Polri melakukan olah TKP di rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek semalam di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, (1/1). TEMPO/Marifka Wahyu

    Anggota Tim puslabfor serta inafis Polri melakukan olah TKP di rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek semalam di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, (1/1). TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie mengatakan, saat ini pihak penyidik kepolisian sedang menelusuri bahan-bahan peledak dan senjata yang mereka gunakan. "Semua ditelusuri melalui terduga teroris yang dinihari tadi ditangkap hidup-hidup, atas nama A," kata Ronny ketika dihubungi Tempo, Rabu, 1 Januari 2014.

    Selain menelusuri senjata dan bahan peledak, polisi juga menelusuri persiapan-persiapan aksi yang mereka lakukan. Gunanya, untuk melacak anggota lain jaringan tersebut. Teduga teroris yang digerebek semalam merupakan bagian dari kelompok besar Abu Omar. Kelompok itu disebut punya jaringan dengan kelompok Santoso. Kelompok Abu Omar sendiri punya jaringan ke bawah sampai ke kelompok Abu Roban, Badri, dan Qodrat.

    Abu Omar ditangkap pada 4 Juli 2011 karena membawa belasan pistol dan senapan dari Filipina. Ia divonis 10 tahun penjara pada Mei 2012 dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Omar mempunyai murid yang sempat tampil sebagai pengganti, yaitu Abu Roban, Qodrat, dan Ahmad Sofyan. Setelah Omar ditangkap, Abu Roban tewas saat digerebek Densus 88 pada Mei 2013. Qodrat juga ditembak mati.

    Sedangkan Sofyan ditangkap dan kini ditahan di Cipinang. Sampai sekarang tinggal kelompok Jamil yang belum terlacak operasinya. Pengikut jaringan Abu Omar banyak berkeliaran di pinggiran Jakarta. Mereka tersebar, antara lain, di Cengkareng, Ciledug, Ciputat, Pamulang, Depok, dan Bojong Gede.

    Dalam penggerebekan terduga teroris di Kampung Sawah, pagi tadi, enam teroris tewas di tempat. Lima di antaranya tewas di dalam rumah kontrakan. Sementara satu tewas di ujung gang ketika dibonceng, yakni Daeng alias Dayat. Sedangkan seorang yang memboncengkan Dayat ditangkap hidup-hidup.

    Sehari sebelum penggerebekan, polisi telah menangkap Anton alias Septi di Banyumas, Jawa Tengah. Anton, kata Boy, merupakan anggota kelompok yang memberikan informasi lokasi komplotan mereka di Kampung Sawah. Polisi memastikan Anton dan enam terduga teroris yang tewas di Kampung Sawah merupakan bagian dari kelompok Abu Roban.

    TIKA PRIMANDARI

    Terpopuler
    Kocak, Gaya Obrolan 'Gak Nyambung' SBY  
    Kebangetan, Pejabat Bisa Disogok Dolar Langka
    Jelang Tahun Baru, Atut Sulit Tidur di Penjara
    Diungkit soal Aburizal, Idrus Marham Pasang Badan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.