Ada Ledakan di Penggerebekan Terduga Teroris Ciputat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Densus 88 saat tiba di lokasi penggerebekan teroris di Jl Hasan Hasan Rt 05/ Rw 07, Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, (31/12). Tempo/Aditia Noviansyah

    Pasukan Densus 88 saat tiba di lokasi penggerebekan teroris di Jl Hasan Hasan Rt 05/ Rw 07, Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, (31/12). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan hebat terjadi dalam penggerebekan terduga teroris di Gang Haji Hasan, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 01.35 WIB, Rabu, 1 Januari 2013.

    Bunyi ledakan itu dipastikan berasal dari lokasi penggErebekan. Namun, belum bisa dipastikan apakah yang meledak itu bom atau bukan.

    Sebelumnya, Densus 88 Antiteror dalam penggrebekannya terhadap terduga teroris di Ciputat, telah menembak mati dua terduga teroris. Salah satunya diketahui berinisial NH atau Hidayat alias Dayat Kacamata.

    Kepala Bidang Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan masih ada tiga terduga teroris yang bertahan di lokasi penggerebekan. Sebelum terdengar ledakan hebat, baku tembak juga sempat terjadi beberapa kali.

    Boy membenarkan bahwa kelompok ini merupakan terduga teroris yang melakukan sejumlah penembakan terhadap anggota polisi di Jakarta beberapa waktu silam. Kepastian didapat setelah kepolisian mengembangkan hasil penangkapan salah satu anggota kelompok itu beberapa waktu lalu.

    KHAIRUL ANAM


    Terkait:

    Teroris Ciputat, Polisi Menduga Ada Bahan Peledak
    Densus 88 Tangkap Teroris Kelompok Santoso di Poso
    Prio Ditangkap Diduga Terlibat Bom Kedubes Myanmar
    Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bima
    Terduga Teroris di Bekasi Diduga Jaringan Lamongan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.