Rekam Jejak Bupati Ngada yang Blokade Bandara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Ngada, Marianus Sae. Tempo/Jhon Seo

    Bupati Ngada, Marianus Sae. Tempo/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Ngada mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, Bupati di wilayah Nusa Tenggara Timur itu, Marianus Sae, beraksi bak koboi dengan memblokade Bandar Udara Turelelo Soa, Bajawa.

    Ia memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja menghadang pesawat yang hendak mendarat di Turelelo Soa. Marianus kesal karena tak mendapat tiket Merpati Airlines untuk pulang dari Kupang. (Lihat: Tidak Dapat Tiket, Bupati Ngada Tutup Bandara)

    Siapa sebenarnya Marinus Sae? Majalah Tempo edisi Senin, 30 Desember 2013, mengulas soal kiprah Marinus. Di Ngada, Marianus sangat populer. Laki-laki 51 tahun itu cepat naik menjadi politikus sejak bergabung dengan Partai Amanat Nasional lima tahun lalu.

    Sebelumnya, ia karyawan perusahaan kargo di Bali milik Paul Edmundus Kalo. Marianus meninggalkan Ngada setelah berhenti kuliah di Universitas Cendana, Kupang, pada 1989. "Dia karyawan perusahaan saya sampai tahun 1991," ujar Paul.

    Keluar dari perusahaan Paul, Marianus pulang ke Ngada dan mengelola obyek wisata air panas. Bisnis ini gagal dan ia kembali ke Bali, lalu mendirikan perusahaan terali. Di bisnis ini pun ia tak berhasil, hingga bersama teman-temannya mendirikan perusahaan kayu PT Flores Timber Specialist. Saat berbisnis kayu inilah, pada 2009, ia bertemu dengan Eurico Guterres, tokoh prointegrasi Timor Timur yang menjadi Ketua PAN Nusa Tenggara Timur.

    Oleh Eurico, Marianus ditawari maju sebagai calon Bupati Ngada pada pemilihan 2010. Berpasangan dengan Paulus Soliwoa, ia menumbangkan tujuh pasangan lain, termasuk bupati bertahan Piet Nuwa Wea. "Dia berjanji akan membeli jagung orang Ngada Rp 28 ribu per kilo," ujar Paul. Waktu itu, harga pasaran jagung di Ngada hanya Rp 2.000. Janji Marianus ini membuat warga Ngada kepincut.

    Marianus menolak menanggapi lagi ulahnya memblokade Bandara. "Sudah selesai. Dengan Merpati, kami sudah saling memaafkan," katanya.

    MARIA HASUGIAN, YOHANES SEO (KUPANG), BHD


    Terkait:
    Bupati Penutup Bandara Ngada Bisa Dibui Tiga Tahun
    Polisi Mulai Selidiki Penutupan Bandara Ngada
    Meski Rugi, Merpati Tak Gugat Bupati Ngada
    Tutup Bandara, PAN Hanya Akan Tegur Bupati Ngada
    Ini Para Pejabat yang Berulah seperti Bupati Ngada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.