KPK Agendakan Periksa Novanto dan Idrus Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua fraksi Partai Golkar Setya Novanto bersama Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua fraksi Partai Golkar Setya Novanto bersama Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Jakarta-  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengagendakan pemeriksaan terhadap dua pengurus Partai Golkar, yaitu Setya Novanto dan  Idrus Marham. Pemeriksaan yang digelar 30 Desember 2013 itu berkaitan dengan kasus suap yang melibatkan Akil Mochtar. "Setelah saya cek, benar keduanya dipanggil besok," kata Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Ahad, 29 Desember 2013.

    Johan mengatakan dirinya tidak  tahu materi yang akan ditanyakan kepada kedua politisi Partai Golkar itu. "Yang jelas, penyidik akan mengkonfirmasi informasi yang telah didapat," katanya. 


    Menurut satu sumber  di Dewan Pengurus Partai  Golkar, nama Setya dan Idrus muncul setelah KPK membidik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam kasus suap  Akil Mochtar.  Menurut sumber itu,  Atut yang menjabat Ketua Bidang Perempuan Golkar dan Ketua Kesatuan Perempuan Golkar itu telah  bertemu dengan Setya dan Idrus pada 14 Desember 2013.

    Sumber itu mengatakan, dalam pertemuan itu Atut  meminta perlindungan agar dirinya tidak dijadikan tersangka dalam kasus Akil Mochtar.


    Setya Novanto belum bisa dimintai konfirmasi tentang keterangan sumber tersebut. Begitu juga dengan Idrus Maham. Sedangkan pengacara Setya Novanto, Rudy Alfonso, tidak bersedia memberi penegasan.  "Saya sedang liburan di Osaka, Jepang. Tanyakan lagi saat saya kembali tanggal 3 Januari 2014," kata Rudy via pesan pendek.

    Sebelumnya, KPK menangkap tangan Akil Mochtar di rumahnya, kompleks Widya Candra, Jakarta, Oktober lalu. Akil diduga menerima suap dalam dua perkara sengketa pilkada yang ditangani lembaganya, yakni sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Lebak, Banten. Dalam kasus ini, KPK menyita duit Rp 3 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan dolar Amerika, serta Rp 1 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

    Selain Akil, KPK juga menetapkan politikus Golkar, Chairun Nisa, sebagai tersangka. Terdapat pula tersangka lainnya, yakni Bupati Gunung Mas Hamid Bintih, pengacara Susi Tur Andyani, Dany, dan pengusaha asal Samarinda Cornelis Nalau. Dan terakhir adalah Tubagus Chairi Wardana alias Wawan, yang disebut-sebut sebagai adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut sekaligus suami dari Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan (lihat: KPK Tangkap Adik Ratu Atut Terkait Akil Mochtar).

    MUHAMMAD MUHYIDDIN | MUHAMAD RIZKI | TRI SUHARMAN

    Berita lain:
    Haul Gus Dur, Butet Mengolok-Olok Prabowo?

    Sutarman: Ucapan Gus Dur Manjur

    Kata Rhoma, Jokowi yang Mengajaknya Duet 

    Kisah Rhoma Irama Lolos dari Pembunuhan 

    Kebun Binatang Surabaya Terkejam di Dunia 

    Begini Kronologi Kecelakaan Maut Probolinggo

    Atut Chosiyah Bertahan di Paviliun Cendana

    Dampak Merger Axis-XL bagi Negara Versi Tifatul  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.