Jaksa Agung Menolak Berkas Pelanggaran HAM Berat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Keluarga korban Trisakti, Tragedi Semanggi I, Tragedi Semanggi II, dan Kerusuhan Mei, kembali mendatangi Kejaksaan Agung pada Rabu (29/12).Kedatangan mereka untuk minta penjelasan alasan kejaksaan mengembalikan berkas penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM atas peristiwa berdarah itu, pada dua pekan lalu. Padahal, menurut Sumiarsih, orang tua Wawan yang turut menjadi korban Tragedi Semanggi I di kampusnya, Unika Atmajaya, Jakarta pada November 1998, pekerjaan Komnas HAM sudah selesai. “Tinggal ditindaklanjuti ke Pengadilan HAM Ad Hoc,”kata Arief Priyadi, suami Sumiarsih. Di Kejaksaan Agung, mereka bertemu dengan Jaksa Agung, Abdul Rahman Saleh, Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen Basrief Arief, dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Sudhono Iswahyudi. Kedatangan mereka didampingi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KONTRAS) Usman Hamid dan Dewan Penasihat lembaga itu, Asmara Nababan. Namun, bukan memberikan jawaban yang melegakan hati keluarga korban, Jaksa Agung justru menyuruh mereka memperjuangkan agar UU No. 26/2000 tentang Pengadilan HAM Ad Hoc diamandemen. Terutama, pada pasal 43 yang menyebutkan peristiwa yang terjadi sebelum disahkan UU itu bisa dibawa ke Pengadilan HAM Ad Hoc dengan penentuan politis oleh DPR dan pemerintah. Istiqomatul Hayati

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.