Dibesuk Airin, Gubernur Atut Menangis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (kiri) mencium Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ketika berada di ruang tunggu setibanya di Gedung KPK untuk memenuhi panggilan KPK di Jakarta, Selasa (10/12). ANTARA/Wahyu Putro A

    Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (kiri) mencium Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ketika berada di ruang tunggu setibanya di Gedung KPK untuk memenuhi panggilan KPK di Jakarta, Selasa (10/12). ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, JakartaGubernur Banten Atut Chosiyah menangis saat bertemu dengan adik iparnya, Airin Rachmi Diany, dan anaknya, Andiara Aprilia Hikmat. Keduanya membesuk Atut di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa, 24 Desember 2013.

    Mereka masuk ke dalam Rutan sekitar pukul 10.10, didampingi oleh kuasa hukum Atut, Firman Wijaya. Berdasarkan pantauan Tempo, Airin dan Andiara bertemu Atut di aula. Mereka duduk di barisan paling depan, Atut diapit Andiara di sebelah kiri dan Airin di sebelah kanan.

    Tiga pria yang mengenakan baju batik tampak berjaga di sekitarnya. Atut yang mengenakan jaket abu-abu ini tidak memakai kerudung. Rambut panjang hitam Atut dibiarkan terurai.

    Tangan Airin tampak merangkul Atut. Airin pun berbicara kepada Atut seperti berbisik. Saat itu, Atut tak kuasa menahan air matanya. Dia sedikit tertunduk sembari menghapus air mata.

    Karena tak berhenti menangis, Andiara dan Airin pun mencoba menenangkannya. Sedikit tenang, Atut menguncir rambut panjangnya dan tampak wajahnya yang kemerah-merahan. Entah apa yang dibicarakan, keduanya saling memeluk Atut dan sesekali mencium pipinya.

    Tepat pukul 11.45, petugas Rutan Pondok Bambu memberitahukan masa kunjungan telah berakhir. Airin dan Andiara pun mengakhiri kunjungannya dengan memeluk Atut, yang tampak manggut-manggut seakan mengiyakan ucapan Airin di telinganya.

    Atut ditahan di Rutan Pondok Bambu sejak Jumat pekan lalu. Dia ditahan karena tersandung dugaan korupsi sengketa pilkada Lebak, Banten, dan korupsi alat kesehatan. Komisi antirasuah berdalih, penahanan dilakukan karena ditakutkan Atut bisa menghilangkan barang bukti.

    Atut menempati kamar Paviliun Cendara (C13)--kamar masa pengenalan lingkungan (mapenaling). Kamar tersebut berukuran 4 x 6 meter dan dihuni oleh 17 tahanan, termasuk Atut. Tak ada fasilitas mewah di dalam kamar itu, hanya sebuah kipas angin.

    AFRILIA SURYANIS

    Baca juga:
    Jokowi Capres, Risma Bersedia Dampingi Ahok?  
    Rave Party Jakarta: Go Hard or Go Home!  
    'Penyakit Atut Tak Bisa Dijelaskan Secara Medis'  
    Diserang Lewat Internet, Jokowi: Enggak Usah Diurus
    PTUN Batalkan Keppres Pengangkatan Patrialis  
    Penahanan Anas Tunggu Siapnya Sel Guntur  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.