Meski Rugi, Merpati Tak Gugat Bupati Ngada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Ngada, Marianus Sae. Tempo/Jhon Seo

    Bupati Ngada, Marianus Sae. Tempo/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Kupang - Maskapai penerbangan Merpati Nusa Airlines (MNA) memastikan tidak akan mengajukan gugatan hukum kepada Bupati Ngada, Marianus Sae, terkait pemblokiran Bandara Turelelo akhir pekan lalu. Padahal, insiden itu membuat Merpati mengalami kerugian puluhan juta rupiah (lihat: Gara-gara Bupati Ngada, Merpati Tekor Rp 44 Juta)

    "Proses hukum kepada Bupati tidak ada. Kami tidak persiapkan untuk melaporkan Bupati Ngada," kata Kepala Merpati cabang Kupang, Djibrael de Hock, kepada Tempo di Kupang, Selasa, 24 Desember 2013.

    Menurut Djibrael, masalah dengan Bupati Ngada itu selanjutnya diambil alih kantor Merpati pusat. Dia sudah mendapat perintah dari kantor pusat untuk tidak memperpanjang masalah dengan Marianus Sae. "Masalah antara Merpati dan Bupati Ngada sudah clear," katanya. Selanjutnya, kata Djibrael, kantor Merpati Kupang akan lebih fokus untuk melayani masyarakat.

    Akhir pekan lalu, Marianus Sae memerintahkan anak buahnya untuk memblokir Bandara Turelelo Soa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Pemblokiran itu dilakukan karena Marianus kesal akibat tidak mendapat tiket pesawat Merpati dari Kupang ke daerah itu. Akibat penutupan itu,  pesawat Merpati tidak bisa mendarat dan terpaksa kembali ke Bandara El Tari Kupang (lihat: Dalih Bupati Ngada Tutup Bandara: Saya Dipermainkan).  

    YOHANES SEO


    Berita lain:
    Jokowi Capres, Risma Bersedia Dampingi Ahok?
    Atut Kecewa, Anaknya Besuk Harus Izin KPK
    Rave Party Jakarta: Go Hard or Go Home!
    Diserang Lewat Internet, Jokowi: Enggak Usah Diurus
    Pro Jokowi dan Pro Mega Adu Kuat
    PTUN Batalkan Keppres Pengangkatan Patrialis
    Penahanan Anas Tunggu Siapnya Sel Guntur
    'Penyakit Atut Tak Bisa Dijelaskan Secara Medis'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara