Bupati Pemblokir Bandara Tak Berhasil Bangun Ngada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Ngada Marianus Sae. Facebook.com

    Bupati Ngada Marianus Sae. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Ngada, Marianus Sae, dinilai tak berhasil memajukan daerah yang dia pimpin. Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah, Robert Endi Jaweng, mengatakan kabupaten di Nusa Tenggara Timur itu tak berkembang di bawah kepemimpinan Marianus.

    "Belum menunjukkan daerah yang berhasil," kata Robert saat dihubungi pada Senin, 23 Desember 2013.

    Menurut Robert, Ngada tak terurus, sama seperti daerah lainnya di NTT. Para pemimpin menganggap diri mereka sebagai raja di wilayahnya. Mereka tak melayani masyarakatnya seperti layaknya pemimpin. "Kinerja mereka buruk," ujarnya.

    Lantaran anggapan tersebut, kata dia, pemekaran daerah yang sebelumnya dirancang tak berjalan dengan baik. NTT menjadi daerah yang tertutup, miskin, dan tak terurus.

    Nama Bupati Marianus Sae menjadi pembicaraan lantaran aksi koboinya menutup Bandar Udara Turelelo Soa-Bajawa pada akhir pekan lalu. Aksi Marianus itu diduga karena kesal tak mendapat tiket dari Kupang ke daerah asalnya dari PT Merpati Nusantara Airlines.

    Dia mengerahkan puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja untuk menghadang pesawat yang akan mendarat pukul 06.35 Wita. Akibatnya, pesawat Merpati yang membawa 56 penumpang kembali ke Bandara El Tari, Kupang. (Baca: Mendagri Diminta Usut Bupati Pemblokir Bandara)

    NUR ALFIYAH


    Terpopuler
    Dalih Bupati Ngada Tutup Bandara: Saya Dipermainkan
    Atut Wajib Nyapu dan Ngepel di Pondok Bambu

    PGI Nilai Yudhoyono Melanggar Konstitusi

    Soal Wagub DKI, Tri Risma: Mendampingi Siapa?

    Tanpa Jokowi, Ical Kalahkan Prabowo

    Diduga Langgar Tarif, Ini Kata Garuda Indonesia
    Banjir Purworejo Lumpuhkan Jalur Selatan Jawa Tengah
    Gantikan Atut, Rano Karno Hadiri Acara Demokrat
    Jilbab Polwan, Din Tuding Kapolri Permainkan Agama
    Lagi, Jokowi Rajai Survei

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.