Tanpa Jokowi, Ical Kalahkan Prabowo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyapa  gubenur DKI Jakarta Joko Widodo usai berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/12). Gubenur DKI Jakarta Jokowi disela-sela kesibukannya menyempatkan berolahraga dan menyapa warga yang beraktivitas di kawasan tersebut . TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga menyapa gubenur DKI Jakarta Joko Widodo usai berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/12). Gubenur DKI Jakarta Jokowi disela-sela kesibukannya menyempatkan berolahraga dan menyapa warga yang beraktivitas di kawasan tersebut . TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pol-Tracking Institute mengeluarkan hasil survei nasional bertajuk "Menakar Kandidat Capres dan Perilaku Memilih dalam Pemilu Presiden 2014". Bila semua partai mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden, tanpa memperhitungkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Aburizal Bakrie mempunyai tingkat elektabilitas paling tinggi.

    "Dalam elektabilitas capres ketua umum partai, Aburizal mencapai posisi puncak, yakni 17,04 persen," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institue, Hanta Yuda, saat merilis di Jakarta, Ahad, 22 Desember 2013. Aburizal disusul Ketua Dewan Pembina dari Gerindra Prabowo Subianto, yakni 15,75 persen, dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri 11,21 persen.

    Namun, bila memasukkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden, Aburizal hanya menempati urutan ketiga, yakni 11,67 persen. Di atas Aburizal, kata Hanta, ada Jokowi yang elektabilitasnya 37,46 persen dan Prabowo 11,72 persen. Bila ingin menang, Hanta menyarankan Golkar untuk mendorong PDI Perjuangan tidak memajukan kadernya, Jokowi.

    "Golkar minta PDI Perjuangan calonkan Mega saja," ujar Hanta. Apalagi, kata dia, calon perempuan kurang diminati. Berdasarkan hasil survei, ternyata 66 persen pemilih masih menempatkan laki-laki sebagai pemimpin, hanya 27 persen yang mengatakan jenis kelaminnya bisa saja. Sedangkan 4 persen pemilih mendorong calon perempuan.

    Survei Pol-Tracking Instituet ini dilakukan secara serempak di 33 provinsi. Jumlah informan sebanyak 2010 dengan menggunakan metode multistage random sampling, sedangkan pengambilan data melalui wawancara. Margin error penelitian ini sebesar 2,19 persen.

    SUNDARI


    Baca juga:

    Tolak Mega-Jokowi, Kader PDIP Deklarasikan PROJO
    Dua Hari Penahanan, Atut Nyapu dan Ngepel Lantai?
    Ada Upaya Menjegal Rano Karno Menjadi Gubernur
    Agnes Monica Tampil Seksi di Majalah Amerika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.