Lagi, Jokowi Rajai Survei

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung yang memakai topeng Jokowi menari  dalam acara Djakarta Warehouse Project di Ecopark, Ancol, Jakarta, Jumat (13/12). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung yang memakai topeng Jokowi menari dalam acara Djakarta Warehouse Project di Ecopark, Ancol, Jakarta, Jumat (13/12). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pol-Tracking Institute mengeluarkan hasil survei nasional bertajuk "Menakar Kandidat Capres dan Perilaku Memilih dalam Pemilu Presiden 2014". Survei yang digelar 13 September-11 Oktober 2013 itu lagi-lagi menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden yang tingkat elektabilitasnya paling tinggi.

    "Tingkat keterpilihan Jokowi 37,46 persen, jauh meninggalkan kandidat lain," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda saat merilisnya di Jakarta, Ahad, 22 Desember 2013. Urutan kedua adalah calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto, dengan 11,72 persen dan Aburizal Bakrie sebanyak 11,67 persen.

    Hanta menngatakan, ada sejumlah kriteria yang mempengaruhi konstituen memilih calon presiden, yakni jenis kelamin, etnis, dan usia. Ternyata 66 persen pemilih masih menempatkan laki-laki sebagai pemimpin, hanya 27 persen yang mengatakan jenis kelaminnya bisa saja. Sedangkan 4 persen pemilih mendorong calon perempuan.

    "Ini perlu dicermati oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," kata Hanta. Berbeda dengan Golkar dan Demokrat yang calonnya laki-laki, Hanta menuturkan, PDI Perjuangan perlu memperhatikan hasil survei karena masih memungkinkan mencalonkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden.

    Sementara untuk etnis, 27 persen masih menginginkan bersuku Jawa. Sedangkan kabar baiknya, kata Hanta, 60 persen tidak terpengaruh latar belakang suku. Dari segi usia, 36 persen menyukai calon muda, sementara 17 persen menginginkan generasi tua. Namun demikian, ujar dia, 42 persen menyatakan usia tak jadi soal.

    Survei ini dilakukan secara serempak di 33 provinsi. Jumlah informan sebanyak 2.010 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun pengambilan data melalui wawancara. Margin error penelitian ini sebesar 2,19 persen.

    SUNDARI

    Baca juga:
    Tolak Mega-Jokowi, Kader PDIP Deklarasikan PROJO
    Dua Hari Penahanan, Atut Nyapu dan Ngepel Lantai?
    Ada Upaya Menjegal Rano Karno Menjadi Gubernur
    Agnes Monica Tampil Seksi di Majalah Amerika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.