KPK dan DPR Bahas Peta Korupsi di Senayan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Pramono Anung. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Wakil Ketua DPR Pramono Anung. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Rabu, 18 Desember 2013, pagi ini, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat berdatangan ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Komisi antirasuah berniat menyoroti rawannya korupsi di lembaga legislatif itu.

    "Kami memenuhi undangan pimpinan KPK untuk mendiskusikan peta rawan korupsi di DPR," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung saat tiba di KPK, Rabu, 18 Desember 2013.

    Menurut dia, peta rawan korupsi itu merupakan hasil diskusi grup terfokus (focus group discussion) dengan para legislator. Sorotan KPK berkaitan dengan tiga tugas utama parlemen: yakni pengawasan, pembuatan undang-undang, dan penganggaran.

    Sejauh ini, parlemen pusat maupun daerah memang merupakan salah satu "produsen" koruptor yang aktif. Sejak KPK berdiri hingga tahun 2012, lembaga pemberantas korupsi itu telah mengusut 65 perkara yang melibatkan anggota DPR dan DPRD.

    BUNGA MANGGIASIH


    Topik Terhangat:
    Atut Tersangka | Mita Diran | Petaka Bintaro | Sea Games | Pelonco ITN

    Berita Terpopuler:
    Atut Tersangka, Pegiat Antikorupsi Gunduli Kepala 
    Dua Puluh Penyidik KPK Geruduk Rumah Atut
    Pendekar Berbaju Hitam Datangi Rumah Atut 
    Fikri Menjahit Sarung Sebelum Tewas di Pelonco ITN
    Jadi Tersangka, Atut Tak Langsung Ditahan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.