Kementerian Pertahanan Mau Beli Simulator Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat jet tempur Sukhoi SU-30 MK 4 asal Rusia tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/5) malam. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pesawat jet tempur Sukhoi SU-30 MK 4 asal Rusia tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/5) malam. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan lembaganya berniat membeli simulator kemudi pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi SU-27 dan SU-30. Saat ini Kementerian Pertahanan masih merumuskan kebutuhan simulator seperti apa yang dibutuhkan TNI Angkatan Udara.

    "Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan terus berdiskusi dengan perwakilan TNI AU," kata Purnomo kepada wartawan di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 16 Desember 2013.

    Selain memperhitungkan spesifikasi simulator, pemerintah juga sedang memilah-milah produsen simulator Sukhoi tersebut. Sebab saat ini ada tiga negara yang bisa memproduksi simulator Sukhoi, yakni Rusia, Cina, dan Kazakhstan. "Makanya kami masih pikirkan mana yang lebih cocok," kata dia.

    Soal harga, Purnomo belum mau berkomentar. Dia beralasan tim dari Kementerian Pertahanan dan TNI AU juga sedang mendalami harga masing-masing simulator

    Saat ini, dia melanjutkan, pemerintah memiliki kerjasama dengan pemerintah Cina dalam latihan pilot tempur. Setidaknya nanti pilot TNI AU bisa berlatih tempur bersama pilot dari Angkatan Udara Cina termasuk menggunakan simulator Sukhoi mereka.

    Menurut Purnomo, simulator ini sangat diperlukan oleh pilot-pilot tempur TNI AU. Sebabnya, alat ini mampu menambah porsi latihan tempur untuk menguasai seluk-beluk pesawat Sukhoi. Keuntungan lain, jam terbang pesawat Sukhoi TNI AU tidak akan berkurang hanya untuk sekadar latihan biasa. Hal ini jelas mampu membuat umur pesawat Sukhoi awet muda.

    "Saya sendiri mengakui kemampuan tempur pilot-pilot kita dengan Sukhoi, diharapkan dengan simulator kemampuan mereka terus mumpuni," ujar Purnomo.

    September lalu, pemerintah menerima enam unit pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. Sehingga saat ini TNI AU punya satu skadron atau 16 unit pesawat Sukhoi campuran SU-27 dan SU-30. Saat ini ke-16 pesawat berada di Skadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

    INDRA WIJAYA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.