Indonesia dan Cina Bahas Kerja Sama Pertahanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhan Purnomo Yusgiantoro (depan kiri) berjalan bersama Menhan Cina Jenderal Chang Wanquan di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (16/12). ANTARA/Fanny Octavianus

    Menhan Purnomo Yusgiantoro (depan kiri) berjalan bersama Menhan Cina Jenderal Chang Wanquan di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (16/12). ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Rakyat Cina Jenderal Chang Wanquan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 16 Desember 2013. Rombongan Chang tiba di kantor Purnomo sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka disambut upacara jajar pasukan.

    Kedua menteri terlibat perbincangan tertutup hingga pukul 12.45 WIB. Usai berbincang, Purnomo langsung menyapa awak media yang sudah menunggu. Sedangkan Menteri Chang langsung meninggalkan lokasi menuju Markas Komando Pasukan Khusus di Cijantung, Jakarta Timur.

    Kepada wartawan, Purnomo menyebutkan pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Cina. "Ini balasan dari kunjungan saya ke Cina tahun lalu," kata dia. Selain itu, kunjungan ini menandai perayaan 63 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

    Purnomo mengatakan, dalam pertemuan ini Menteri Chang berkomitmen untuk terus menjaga kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam bidang pertahanan. Sebagai bukti, kedua negara sudah mempersiapkan kerja sama militer.

    Indonesia dan Cina akan menggelar latihan bersama pasukan khusus. TNI akan mengikutsertakan Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat. Latihan gabungan juga digelar bersama Angkatan Laut. Cina mengkonfirmasikan keikutsertaan mereka dalam Latihan Operasi Non-Perang Komodo yang akan digelar pertengahan tahun 2014 di perairan Natuna.

    "Di tingkat Angkatan Udara, kita akan bicarakan pengadaan simulator pesawat tempur Sukhoi SU-27 dan SU-35 buatan Cina," kata Purnomo.

    Selain itu, Indonesia dan Cina BERsepakat melanjutkan kerja sama dalam industri pertahanan. Purnomo mengatakan Cina bersedia bekerja sama dalam hal alih teknologi sejumlah alat utama sistem persenjataan.

    Di bidang pendidikan, Indonesia dan Cina bersepakat meneruskan pertukaran siswa muda dari tiga matra. Untuk mempermudah pertukaran ilmu, kedua negara akan membangun pusat sekolah bahasa. "Mungkin nanti mereka (Cina) akan sumbang laboratorium bahasa, termasuk pengajar bahasa Mandarin ke Indonesia," kata Purnomo.

    Purnomo akan kembali mengundang Menteri Chang untuk datang pada Jakarta International Defence Dialog tahun depan. Menteri Chang pun berjanji bakal mengirimkan perwakilan untuk datang ke Jakarta tahun depan.

    "Topiknya nanti keamanan maritim, jadi kalau Cina ingin bicara tentang hal tersebut di forum regional, ya, silakan saja," kata dia.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.