Ditangkap KPK, Kajari Praya Langsung Diberi Sanksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik menunjukan bukti uang didampingi Juru bicara KPK Johan Budi (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (kanan) usai memberikan keterangan terkait OTT Kajari Praya Lombok di KPK, Jakarta (15/12). KPK menetapkan Kajari Subri sebagai tersangka dan Lusita Ani Razak sebagai pihak penyuap pihak tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara pemalsuan dokumen sertifikat tanah di wilayah Lombok Tengah.  TEMPO/Dasril Roszandi

    Penyidik menunjukan bukti uang didampingi Juru bicara KPK Johan Budi (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (kanan) usai memberikan keterangan terkait OTT Kajari Praya Lombok di KPK, Jakarta (15/12). KPK menetapkan Kajari Subri sebagai tersangka dan Lusita Ani Razak sebagai pihak penyuap pihak tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara pemalsuan dokumen sertifikat tanah di wilayah Lombok Tengah. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung langsung memberhentikan sementara Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Nusa Tenggara Barat, berinisial SUB yang baru saja ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Terhadap oknum itu, Kejaksaan Agung memberikan sanksi kepegawaian dengan membebaskan dirinya sementara dari jabatannya," ujar Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Adjat Sudrajat dalam konferensi pers di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Ahad, 15 Desember 2013.

    Jika sudah ada putusan majelis hakim yang berkekuatan tetap dan SUB terbukti bersalah, kata Adjat, maka SUB bakal diberhentikan secara tetap dengan tidak hormat.

    Ia menuturkan, sejauh ini sebetulnya rekam jejak SUB terbilang bersih. SUB sempat menjadi anggota satuan tugas di Kejaksaan Agung, dan kinerjanya yang baik membuatnya dipromosikan menjadi Kepala Bagian Ketatausahaan di Kejaksaan Negeri Jambi. Lantas SUB dipromosikan lagi untuk memimpin Kejaksaan Negeri Praya.

    Adjat menyatakan lembaganya menghormati dan menghargai penangkapan yang dilakukan KPK bekerja sama dengan Kejaksaan Agung itu. "Kami menghargai dan tidak akan mencampuri seluruh tindakan hukum yang akan dilakukan KPK terhadap oknum itu," ucapnya.

    Dalam operasi tangkap tangan di sebuah hotel di Mataram tadi malam, 14 Desember 2013, KPK menangkap dua orang. Mereka ialah Kepala Kejaksaan Negeri Praya, lelaki berinisial SUB, dan perempuan pengusaha berinisial LAR. Di dalam kamar hotel mereka, ditemukan uang pecahan dolar Amerika Serikat dan rupiah bernilai total sekitar Rp 213 juta, yang diduga merupakan suap dari LAR yang sedang berperkara untuk SUB. Keduanya kini berada di tahanan KPK di Jakarta dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

    BUNGA MANGGIASIH

    Berita populer:

    Ahok Usulkan Hapus Subsidi BBM di Jakarta
    Begini Brutalnya Pelonco ITN Versi Warga Sitiarjo
    Saksi Pelonco Maut: Fikri Dibanting dan Ditendang
    Pengelola Gua Cina Sempat Tolak Perpeloncoan ITN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.