Mikrofon Padam, SBY Tak Lagi Tegur Petugas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono. AP/Michel Euler, Pool

    Susilo Bambang Yudhoyono. AP/Michel Euler, Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali berhadapan dengan mikrofon yang tak berfungsi saat jumpa pers di Ruang Tunggu VIP Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad, 15 Desember 2013. Kali ini ia memilih bercanda ketimbang menegur staf Kepresidenan.

    "Grogi kabelnya, petugasnya tidak salah, kabelnya yang salah," kata SBY.

    Candaan tersebut membuat suasana tegang menjadi cair. Para wartawan dan pimpinan lembaga atau kementerian yang hadir tergelak mendengar candaan itu. Adapun staf Kepresidenan masih sibuk memperbaiki mikrofon.

    SBY menyatakan peristiwa mikrofon padam saat akan bicara sudah kerap terjadi. Staf Kepresidenan sudah mempersiapkan dan melakukan pengecekan, tetapi pada saat digunakan justru tak berfungsi.

    Peristiwa serupa juga pernah terjadi saat di Istana Cipanas. SBY sampai menegur dan meminta pegawai perlengkapannya untuk dipanggil. Berbeda dengan pagi ini, kala itu SBY tampak sangat marah. SBY juga pernah marah di Istana Cipanas lantaran sound system yang rusak.

    "Beberapa kali terjadi, ketika dites bisa, tapi ketika saya masuk tak nyala," kata SBY.

    Pagi ini, SBY menyampaikan laporan kunjungan kerja selama di Jepang. Selain memaparkan hasil perbincangan dan pertemuan bilateral, ia juga berkisah mengenai pertemuannya dengan 15 CEO perusahaan besar di Jepang.

    "Mereka memberikan isyarat akan meningkatkan investasi di Indonesia."

    FRANSISCO ROSARIANS

    Berita populer:
    Ahok Usulkan Hapus Subsidi BBM di Jakarta
    Begini Brutalnya Pelonco ITN Versi Warga Sitiarjo
    Saksi Pelonco Maut: Fikri Dibanting dan Ditendang
    Pengelola Gua Cina Sempat Tolak Perpeloncoan ITN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.