Omah Munir Jadi Obyek Wisata Sejarah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suciwati isrtri almarhum Munir. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Suciwati isrtri almarhum Munir. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, akan menganggarkan biaya perawatan untuk Omah Munir. Museum hak asasi manusia (HAM) pertama di Indonesia yang berlokasi di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kota Batu, ini resmi dibuka untuk umum pada Ahad, 8 Desember 2013, kemarin.

    Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, Omah Munir merupakan aset wisata sejarah HAM yang harus didukung. Tujuannya, agar Kota Batu memiliki keragaman obyek wisata, tidak melulu mengandalkan kegiatan wisata alam, wisata pertanian, wisata budaya, serta wisata kuliner. Yang terpenting lagi, kata Punjul, Omah Munir menjadi pengingat bagi seluruh warga Kota Batu dan wisatawan bahwa Batu mempunyai seorang putra terbaik dengan reputasi dalam kegiatan pembelaan HAM yang telah mendunia.

    “Apa yang diperjuangkan almarhum penting bagi kita semua. Kami siap mengalokasikan anggaran di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk perawatan Omah Munir sebagai salah satu tujuan wisata di Batu,” kata Punjul.

    Menagih kebenaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.