Dua Korban Banjir Bandang Cianjur Belum Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, mengungsi meninggalkan kampungnya yang tenggelam, (8/4). Banjir Sungai Citarum saat ini meluas hingga menenggelamkan sekitar 65.000 rumah di tiga kecamatan. TEMPO/Prima Mulia

    Warga Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, mengungsi meninggalkan kampungnya yang tenggelam, (8/4). Banjir Sungai Citarum saat ini meluas hingga menenggelamkan sekitar 65.000 rumah di tiga kecamatan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Cianjur - Dua warga yang hilang saat terjadi banjir bandang Sungai Cidamar di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga kini masih belum ditemukan. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI-Polri, dan warga setempat masih terus melakukan pencarian. Namun, pencarian sempat dihentikan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Kamis, 5 Desember 2013.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Asep Suhara, menjelaskan, proses pencarian masih dilakukan sampai besok, Jumat, 6 Desember 2013. Namun, hingga saat ini kedua korban masih belum ditemukan.

    "Kami terkendala cuaca yang sering turun hujan deras sehingga proses pencarian sering dihentikan. Sampai saat ini kedua korban masih belum ditemukan. Kami masih akan terus melakukan pencarian sampai besok," ujar Asep di Cianjur, Kamis, 5 Desember 2013.

    Sementara itu, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh belum menetapkan status siaga bencana alam menyusul terjadinya banjir bandang yang menerjang dua desa di Kecamatan Cidaun, Selasa malam, 3 Desember 2013. Meskipun demikian, orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu mengimbau warga agar selalu waspada terhadap gejala bencana alam. "Kita belum meningkatkan status siaga bencana alam menyusul tingginya intensitas curah hujan saat ini," kata Tjetjep.

    Menurut Tjetjep, Pemkab Cianjur sudah mengirimkan personel di bawah komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pemkab juga mengirimkan petugas dari Dinas Bina Marga karena mereka memiliki alat berat. "Setiap kali bencana kita selalu mengirimkan bantuan, tidak hanya logistik, tapi juga bantuan personel. Kita selalu berkoordinasi dengan sejumlah pihak setiap kali ada bencana," terang Tjetjep.

    DEDEN ABDUL AZIZ

    Terpopuler
    Sidak ke Menteng Atas, Jokowi: Saya Kecewa!  
    Kata Suami Bu Pur Soal Istana, SBY, dan Istrinya  
    Ahok Terus Perangi Mal Biang Kemacetan
    Gaji Rp 1,7 Miliar, Ahok Tantang Fitra Audit Tabungan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?