Bu Pur di Mata Kapolri Sutarman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Komjen Pol Sutarman (tengah) memberikan keterangan pers seusai acara serah terima jabatan di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jabar, Selasa (29/10). ANTARA/Andika Wahyu

    Kapolri Komjen Pol Sutarman (tengah) memberikan keterangan pers seusai acara serah terima jabatan di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jabar, Selasa (29/10). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri Jenderal Sutarman menyangkal pernah bertemu dengan Sylvia Sholeha alias Bu Pur di ruangannya sewaktu dia menjabat Kepala Polda Metro Jaya. Sebelumnya, ketika diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Sylvia mengaku pertama kali bertemu Deddy Kusdinar di kantor Sutarman.

    “Tidak benar,” kata Sutarman kepada Tempo, Senin pekan lalu, 25 November 2013. “Polisi adalah pelayan masyarakat. Kalau toh ketemu, tidak ada kaitan dengan apa pun.”

    Sutarman tak membantah kenal dengan Bu Pur. “Dia orang Surabaya. Sewaktu di Surabaya, kayaknya saya pernah ketemu. Suaminya angkatan 1973, keluarga besar polisi,” kata dia.

    Menurut Sutarman, pertemuan di Surabaya itu terjadi ketika dia menjabat Kepala Polisi Wilayah Surabaya. “Bu Pur bagian dari masyarakat Surabaya.”

    Sutarman membantah ia terpilih sebagai Kapolri karena ditunjang lobi Bu Pur, yang disebut-sebut dekat dengan keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Tidak ada urusan apa-apa,” katanya. “Kapolri itu selera Presiden. Itu hak prerogatif Presiden.”

    ANTONS


    Baca juga:
    Tampil di Tokyo, Agnes Monica Berkutang Lancip
    Muluskan Hambalang, Bu Pur cs Kebagian Rp 2,5 M  
    Siapa Widodo, Sepupu SBY di Proyek Hambalang?  
    Apa Kata Istana Soal Bu Pur dan Keluarga SBY?
    BEM FIB UI Tuding Sitok Teror Mahasiswi UI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.