Agus Marto Bakal Dikorek Soal Duit Hambalang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Agus Martowardojo saat memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (10/4). Menkeu diperiksa sebagai saksi untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan pusat olahraga di Bukit Hambalang dengan tersangka Andi Mallarangeng dan Deddy Kusdinar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Keuangan, Agus Martowardojo saat memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (10/4). Menkeu diperiksa sebagai saksi untuk memberikan keterangan tambahan terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan pusat olahraga di Bukit Hambalang dengan tersangka Andi Mallarangeng dan Deddy Kusdinar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo bakal dikorek penjelasannya soal kejanggalan proses penganggaran proyek pembangunan stadion olahraga Hambalang dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 3 Desember 2013. Agus datang sebagai saksi untuk terdakwa kasus korupsi Hambalang, Deddy Kusdinar.

    Selain Agus, yang dijadwalkan bersaksi hari ini adalah Wakil Menkeu Anny Ratnawati. "Saya kira proses penganggaran itu tidak benar. Persetujuan anggaran multiyears untuk bangunan pemerintah mesti ada rekomendasi dari Menteri Pekerjaan Umum. Artinya, kalau mereka (Agus dan Anny) tegas menjalankan prosedur, anggaran itu tak akan disetujui," kata pengacara Deddy, Rudy Alfonso, saat dihubungi pagi ini.

    Rudy juga bakal mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguak siapa saja otak yang mengakali penganggaran Hambalang. Menurut dia, patut ditelusuri apakah ada kekuatan besar yang mendorong proses penganggaran yang tak sesuai prosedur itu bisa diterapkan. "Karena klien saya dan pegawai rendah Kementerian Pemuda dan Olahraga lainnya hanya diarahkan," ujarnya.

    Persidangan hari ini akan menghadirkan sejumlah saksi dari penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Tak hanya Agus dan Anny yang diperiksa, namun juga Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU Guratno Hartono, bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ignatius Mulyono, serta dua orang yang diduga dekat dengan Cikeas, Sylvia Solehah alias Ibu Pur dan Widodo Wisnu Sayoko.

    Dalam surat dakwaan Deddy, Anny--yang saat perkara terjadi menjabat Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu--mengirim surat pada Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. Wafid diminta melampirkan pendapat teknis dari Menteri PU untuk memenuhi permohonan penganggaran Hambalang secara tahun jamak atau multiyears.

    Guratno lalu menerbitkan surat yang diminta. Untuk pekerjaan itu, Guratno dan stafnya mendapat imbalan Rp 135 juta. Penuntut umum menilai surat itu menyalahi aturan lantaran tak disertai pelimpahan wewenang dari Menteri PU. Soal dugaan Guratno menerima duit juga akan dipertanyakan kubu Deddy. "Tentu yang terkait itu akan kami tanyakan," kata Rudy.

    ISMA SAVITRI

    Terpopuler:
    Paul Walker Punya Rumah Rahasia di Mentawai
    Bercerai, Andi Soraya Diusir dari Rumahnya  
    Kapolri Sutarman: Jilbab Rp 5 Ribu Sudah Dapat  
    Petisi Paul Walker untuk Lindungi Mentawai
    Oegroseno: Jangan Sampai Jilbab Lebih Seksi   
    Berkat Paul Walker, Terumbu Karang Mentawai Selamat 
    Ahok: Untung Saya Enggak Bawa Pistol 
    Mobil Maut Paul Walker Seharga Rp 5 Miliar  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.