Pembangunan Alutsista untuk Harga Diri Bangsa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Purnomo Yusgiantoro. TEMPO/Dasril Roszandi

    Purnomo Yusgiantoro. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan pembangunan alat utama sistem senjata (alutsista) bukanlah untuk gagah-gagahan. Pembangunan alutsista, menurut Purnomo, penting untuk harga diri bangsa.

    "Bangsa yang kuat adalah bangsa yang kuat pertahanannya," kata dia dalam diskusi panel bertajuk "Membangun Kemampuan Kekuatan Pertahanan Berkelanjutan" di Century Park Hotel, Jumat, 29 November 2013.

    Sejak 2010, kata Purnomo, Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, dan kementerian terkait sudah membuat daftar-daftar utama ancaman negara. Dengan demikian, dapat dijadikan dasar membangun kekuatan pertahanan negara.

    Dinamika politik, ia melanjutkan, bisa saja mengancam tidak berlanjutnya pembangunan alutsista yang sudah dilakukan selama ini. "Kalau presidennya tidak mengerti militer, bisa saja tidak berlanjut, komitmennya harus kuat," kata dia.

    Sebab itulah, kata Purnomo, komitmen pembangunan kekuatan pertahanan harus "diikat" dengan peraturan yang kuat. "Kalau perlu, buat undang-undangnya," ujar dia.

    Ada dua rekomendasi Purnomo agar pembangunan alutsista tetap berlanjut. Yaitu diperlukan landasan peraturan perundangan dari eksekutif dan landasan keputusan politik paripurna DPR sebagai pemegang hak anggaran untuk mendukung eksekutif.

    TRI ARTINING PUTRI

    Baca juga:
    Vita KDI Ngitung Uang Sekoper, Istri Bupati Syok
    Ada Keluhan? Ini Nomor HP dan E-mail Jokowi 
    Hotman Paris Panaskan Konflik Dhani-Farhat 
    Walang Mengemis untuk Naik Haji dan Beli Mobil
    Diberi Sedekah, Pengemis Bertahan di Jakarta
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas 
    Surya Paloh: Reformasi Lahirkan Rezim Triomacan 
    Ada Pengemis Rp 25 Juta, Jokowi Geleng-geleng  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.