Tiga Skenario PDIP Agar Jokowi Jadi Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengenakan helm dan pakaian proyek saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan lima pasar rakyat di pasar Manggis, Jakarta (6/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengenakan helm dan pakaian proyek saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan lima pasar rakyat di pasar Manggis, Jakarta (6/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tak akan mengumumkan calon presiden dalam waktu dekat. Ketua PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidajat, mengatakan partainya akan fokus pada pemilihan legislator agar memperoleh 27 persen suara, sehingga bisa mengajukan calon presiden tanpa perlu berkoalisi. "Yang penting, partai kami solid dulu," kata Djarot saat dihubungi kemarin. Setelah pemilihan legislator, kata bekas Wali Kota Blitar itu, barulah pembicaraan intensif soal calon presiden dimulai.

    Selain mempertimbangkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, PDI Perjuangan masih memperhitungkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri kembali menjadi calon presiden. Sumber Tempo yang menjadi pengurus teras partai banteng mengatakan partainya menyiapkan tiga skenario soal calon presiden.

    Opsi pertama adalah memasangkan Megawati dengan Jokowi. Skenario kedua, mengusung Jokowi sebagai calon presiden dengan kader internal sebagai pendamping. Sedangkan, pilihan ketiga adalah menyandingkan Jokowi dengan orang dari luar partai.

    Menurut sumber ini, pengurus partai memang memperhitungkan elektabilitas Jokowi yang jauh melebihi calon presiden lain. Dalam survei internal pun, kata sumber yang juga anggota DPR itu, Jokowi mampu meraup 30 persen suara. Perolehan itu jauh mengungguli Megawati yang hanya dipilih 23 persen responden. (Baca: Jokowi Tersandera, Prabowo-ARB Melenggang)

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, menyatakan belum mengetahui adanya skenario tersebut. "Saya tidak bisa membenarkan atau membantah karena memang tidak tahu," ujarnya. Sedangkan, Djarot membenarkan partainya membuat analisis mengenai Pemilu 2014. Tapi, dia enggan menceritakan isi analisis itu. "Urusan dapur partai tak boleh diketahui pihak lain," katanya.

    Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, menduga PDI Perjuangan hanya akan mengajukan Megawati atau Jokowi sebagai calon presiden. Jika mengusung Megawati, kata Ari, PDI Perjuangan ada kemungkinan akan mengajukan Jokowi sebagai pendamping. Sedangkan jika Jokowi menjadi calon presiden, calon bisa berasal dari internal partai, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau putri Megawati, Puan Maharani.

    "Kalau skenario ini diambil, perolehan suaranya lebih tinggi ketimbang mencalonkan Megawati. "Ari juga menilai orang dari luar PDI Perjuangan, seperti bekas wakil presiden Jusuf Kalla dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, bisa menjadi pendamping Jokowi. Tapi jika gagal memperoleh 25 persen suara -sebagai syarat mengusung calon presiden- kata Ari, PDI Perjuangan akan berkoalisi dengan partai lain. (Lihat: Aburizal Bakrie Jadi Cawapres Jokowi?)

    Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memperkirakan perolehan suara PDIP bakal melejit jika mengusung Jokowi sebelum pemilihan legislator. Hasil survei Indikator Politik menunjukkan PDIP bakal menjadi pemenang pemilu dan mengungguli Golkar ataupun Demokrat.

    SUNDARI | LINDA TRIANITA | INDRA WIJAYA

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Sosok Suhardi Alius, Kabareskrim Baru 
    Soal Megawati, Pengamat: Dia Selera Orang Tua
    Inilah Cara NSA Sadap 50.000 Jaringan Komputer 
    Australia Khawatir Indonesia Berpihak ke Cina
    Tommy Soeharto Bantah Terima Suap dari Rolls-Royce



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.