Konvensi Tak Ramai, Demokrat Salahkan Peserta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota fraksi PD Eddie Baskoro Yudhoyono (kiri) menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2). TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota fraksi PD Eddie Baskoro Yudhoyono (kiri) menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, belum terdengarnya Konvensi Demokrat di tengah masyarakat luas karena peserta belum maksimal melakukan sosialisasi. Menurut dia, partai hanya memberikan fasilitas dan kesempatan kepada peserta untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.

    "Ramai atau tidak ramai itu tergantung peserta, bukan Partai," kata Nurhayati ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 18 November 2013. Dia mengatakan pemenang Konvensi dipilih melalui survei masyarakat, bukan partai politik. Dia meminta peserta Konvensi lebih dekat dengan rakyat sehingga lebih dikenal.

    Nurhayati menuturkan Konvensi memberi peluang kepada seluruh warga negara yang ingin menjadi presiden. Karena itulah, kata dia, 11 peserta Konvensi terdiri dari pelbagai latar belakang, mulai dari akademisi, birokrat, hingga teknokrat.

    Sebelumnya, anggota Komite Konvensi Demokrat, Effendi Gazali, mengatakan Konvensi adalah sebuah keramaian yang tak menarik. Ia menilai penyebab Konvensi yang tak menarik adalah sinisme publik terhadap Demokrat tidak juga mereda.

    Ia menduga salah satu faktor penyebab masih kencangnya sinisme publik terhadap Demokrat karena elite Demokrat terus mengalirkan pernyataan kontroversial. Effendi meminta elite Demokrat tidak menyalahkan sepenuhnya kepada peserta Konvensi.

    SUNDARI



    Terpopuler
    Athiyyah Siap Penuhi Panggilan KPK dengan Syarat

    Abraham Samad Minta Sutarman Hapus Praktek Setoran

    Samad: Uang Organisasi Kok di Tempat Pribadi
    PSK Dolly yang Tewas Diduga Berusia 14 Tahun



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.