Samad: Uang Organisasi Kok di Tempat Pribadi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi memasuki rumah Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum saat akan melakukan penggeledahan di Jakarta, (12/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi memasuki rumah Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum saat akan melakukan penggeledahan di Jakarta, (12/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad membantah bahwa uang Rp 1 miliar yang disita dari rumah Anas Urbaningrum adalah uang milik Perhimpunan Pergerakan Indonesia. Abraham mengatakan penyidik menyita uang tersebut dari tempat pribadi keluarga Anas.

    "Kalau dikatakan uang Rp 1 miliar punya organisasi, kok bisa ada di rumah pribadi, di lemari pribadi, di tempat yang pribadi? Sebagai organisasi yang modern kan punya bendahara," kata Abraham di Jakarta, Ahad, 17 November 2013.

    Pengacara Anas Urbaningrum, Carrel Ticoalu, membantah dugaan KPK bahwa uang yang disita adalah milik pribadi keluarga Anas. Carrel mengatakan, meski uang tersebut disimpan di tempat pribadi, mungkin saja uang itu milik PPI.

    "Mungkin saja uang PPI dititip ke Atthiyah. Ya, kalau belum punya brankas kan mungkin saja. KPK jangan cuma menduga-duga," kata Carrel.

    Uang Rp 1 miliar yang disita tersebut adalah sebagian dari hasil penggeledahan KPK di empat tempat di kediaman pasangan Atthiyah Laila dan Anas Urbaningrum, Selasa, 12 November 2013. Selain menyita uang, KPK juga menyita paspor Atthiyah. Juru bicara KPK, Johan Budi, mengatakan penyitaan paspor untuk memvalidasi informasi bahwa Atthiyah pernah bepergian ke luar negeri dengan tersangka kasus Hambalang, Machfud Suroso, atau keluarga Machfud.

    "Silakan saja dicek paspornya. Kalau tidak ada bukti hubungan dengan Machfud Suroso, KPK harus klarifikasi karena opini yang berkembang bisa merugikan Atthiyah. Atthiyah yakin tidak ada kaitannya," kata Carrel.

    Senin, 18 November 2013, KPK akan memanggil Atthiyah untuk dimintai keterangan. Rencananya, Atthiyah akan dimintai konfirmasi terkait sejumlah barang yang disita dari rumahnya, pekan lalu. Johan mengatakan penggeledahan ini untuk menelusuri jejak tersangka kasus korupsi Hambalang, Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso. Atthiyah pernah menjadi Komisaris PT Dutasari Citralaras dan disebut sebagai pemilik perusahaan subkontraktor proyek Hambalang ini.



    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE


    Berita Terpopuler:

    Jonas Minta Maaf, FPI Tetap Ingin Dia ke Penjara

    Erick Thohir Ingin Boyong Messi ke Inter

    Mariah Carey Merasa Dibohongi di Idol 

    Jonas Mengaku Telah Menikah dan Masuk Islam 

    Cara Menghindari Cyber Crime

    20 Perusahaan Berfasilitas Gratis Terbaik di AS

    Anji Sebut Flo Pribadi yang Menyenangkan




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.