Boediono dan Kenangan Masa Mudanya di Canberra  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Boediono disambut PM Australia, Tony Abbott, ketika berkunjung ke Australia, Rabu (13/11). (Tempo/MTQ)

    Wapres Boediono disambut PM Australia, Tony Abbott, ketika berkunjung ke Australia, Rabu (13/11). (Tempo/MTQ)

    TEMPO.CO, Canberra - Mengawali pidato penerimaan gelar doktor kehormatan (Honorary Degree of Doctor of Letters dari the Australian National University/ANU), Wakil Presiden Boediono mengenang kedatangannya di Canberra, 43 tahun silam. "Cuaca Canberra sangat dingin di pagi saat kami datang," katanya.

    Boediono, ketika itu masih berusia 27 tahun, datang bersama istri dan putrinya yang masih bayi. "Saya tiba di Bandara Canberra, saat itu masih kecil dan crowded."

    Ia dijemput Prof Heinz Arndt, pendiri the Indonesian Project ANU, dengan mobil Ford Cortina warna biru muda. Arndt membawa keluarga kecil Boediono ke flatnya di kompleks kampus.

    Arndt, Boediono bercerita, kemudian menyalakan tungku perapian yang menggunakan briket batu bara. "Ia juga membawakan barang-barang kebutuhan pokok untuk kami," ujar Boediono.

    Boediono ke Canberra untuk bekerja bersama Arndt di Indonesian Project mulai tahun 1970 itu. "Yang dilakukan Arndt merupakan gambaran kerendahhatian seorang guru besar ANU," katanya.

    MTQ


    Berita lain:
    Doktor Honoris Causa Ketiga Boediono di Australia
    Ayu Ting Ting Belum Yakin Gugat Cerai Enji
    Peneliti Ubah Jaringan Wi-Fi Jadi Energi Baterai
    Anggita Sari Panggil Mama ke Ibunya Enji
    Kuis Jokowi: Gimana Cara Jaga Kebersihan Pasar?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.