Curhat Suami Hakim Vica kepada Tempo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hakim Pengadilan Negeri Jombang Vica Natalia menjalani sidang kode etik di Ruang Wiryono Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (6/11). Berdasarkan putusan Mahkamah Kehormatan Hakim, hakim cantik Pengadilan Negeri Jombang ini dipecat dengan tidak hormat karena melanggar kode etik hakim. TEMPO/Dasril Roszandi

    Hakim Pengadilan Negeri Jombang Vica Natalia menjalani sidang kode etik di Ruang Wiryono Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (6/11). Berdasarkan putusan Mahkamah Kehormatan Hakim, hakim cantik Pengadilan Negeri Jombang ini dipecat dengan tidak hormat karena melanggar kode etik hakim. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Surabaya -- Pendeta Hisar Siringoringo, suami mantan hakim Pengadilan Negeri Jombang Vica Natalia akhirnya buka mulut seputar kemelut rumah tangganya. Ditemui Tempo di kediamannya, Perumahan Darmahusada Permai Surabaya, Minggu sore, 10 November 2013, Hisar bicara blak-blakan bahwa  hubungan dia dengan istrinya sudah tidak harmonis lagi.

    Mereka sudah hidup terpisah sejak Juli 2008 atau sejak Vica menjadi hakim. Menurut Hisar, Vica lebih sering menetap di Bali karena memang ditempatkan di sana. Pada 2011, Vica dipindah ke Jombang yang berujung pada pemecatan oleh Majelis Kehormatan Hakim Mahkamah Agung. Kini suami istri itu tengah menunggu putusan cerai dari majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin siang, 11 November 2013.

    Kisruh rumah tangga Hisar dan Vica memuncak pada Februari 2013. Hubungan Vica dengan ketiga putrinya pun tidak terlalu baik. Mulai Februari 2013 hingga kini, Vica hanya bertemu dengan ketiga putrinya sebanyak tujuh kali. Itupun atas permintaan putri-putrinya yang masing-masing berusia 14 tahun, 12 tahun dan 9 tahun.  "Kalau bertemu ya dijemput jam 6 sore terus diantar jam 9 malam. Tanpa mau ketemua saya," kata Hisar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.