Ratu Atut Histeris Saat Suami Masuk Keranda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Atut Chosiyah mengusap air matanya saat mendoakan jenazah suaminya, Hikmat Tomet, bersama keluarganya di Rumah Duka, Serang (9/11). Rencananya jenazah akan dimakamkan Ahad siang hari setelah salat Zuhur. Tempo/Aditia Noviansyah

    Gubernur Banten Atut Chosiyah mengusap air matanya saat mendoakan jenazah suaminya, Hikmat Tomet, bersama keluarganya di Rumah Duka, Serang (9/11). Rencananya jenazah akan dimakamkan Ahad siang hari setelah salat Zuhur. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menangis histeris saat melihat jenazah suaminya, Hikmat Tomet, dimasukkan ke dalam keranda. Atut tampak berpelukan dengan putranya, Andika Hazrumi, sambil menangis. Muka Atut memerah, sementara air mata mengalir deras di pipinya.

    Adegan serupa juga terjadi pada anggota klan Chasan yang lain. Sebagian tampak tak kuasa menahan air mata melihat jenazah Hikmat dipindahkan ke keranda, Ahad, 10 November 2013. Keranda yang bakal mengangkut jenazah Hikmat lalu diselubungi dengan bendera merah putih.(Baca: Keluarga Atut Siapkan 2000 Porsi Ayam Bagi Pelayat)

    Hikmat Tomet, 58 tahun, meninggal karena stroke di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 November 2013. Hikmat dan Atut dikaruniai tiga anak, yakni Andika Hazrumi, Andriana Aprilia, dan Ananda Triana Salichan.

    Hikmat rencananya bakal dimakamkan di Pemakaman Keluarga Ratu di Desa Pabuaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Ahad, 10 November 2013. Anggota DPR di Komisi Infrastruktur ini akan disalatkan dua kali, yaitu di Masjid Agung Banten dan di lokasi sekitar Pemakaman Keluarga Ratu.



    SUBKHAN

    Berita Terpopuler

    Suami Ratu Atut Meninggal di RSPAD
    Soal Capres Lain, Prabowo: Coba Kirim Psikiater
    Suami Atut Meninggal karena Stroke
    Prabowo Sudah Bayangkan Jadi Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.