Ratu Atut Sering 'Malming' di Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Atut Chosiyah saat hadir dalam Deklarasi Anti Korupsi di Gedung KPK, Jakarta (9 Desember 2008). Kepala daerah Banten yang sedang disorot karena dugaan kasus hukum ini dikenal gemar mengoleksi tas mewah termasuk tas Hermes . [TEMPO/ Adri Irianto;

    Gubernur Banten Atut Chosiyah saat hadir dalam Deklarasi Anti Korupsi di Gedung KPK, Jakarta (9 Desember 2008). Kepala daerah Banten yang sedang disorot karena dugaan kasus hukum ini dikenal gemar mengoleksi tas mewah termasuk tas Hermes . [TEMPO/ Adri Irianto;

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Ratu Atut Chosiyah terdeteksi sering malam mingguan di luar negeri, terutama Singapura. Menurut catatan Tempo, pada tahun lalu misalnya, hampir tiap bulan Atut pergi ke negeri jiran itu.

    Gaya hidup Atut sedang menjadi sorotan setelah adiknya, Chaeri Wardana alias Wawan, dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi dengan tuduhan menyuap Akil Mochtar, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi. Terungkap di media bahwa Atut banyak menghamburkan uang untuk belanja barang mewah di berbagai kota mode dunia. Ia telah pergi ke kota-kota di separuh dunia untuk mendapatkan barang-barang tersebut (baca: Terungkap, Ratu Atut Kerap Belanja Keliling Dunia).

    Menurut adik Atut, Tatu, kakaknya dan dirinya berasal dari keluarga pengusaha. Oleh karena itu, tidak aneh jika mereka berkegiatan seperti pengusaha.

    “Kami keluarga pengusaha. Jadi, kehidupan kami laiknya kehidupan pengusaha,”  ujarnya (baca: Soal Belanja Mewah Ratu Atut, Ini Kata Kaluarga)

    Dalam catatan Tempo, pada Januari 2012 saja, Atut melewatkan hampir setiap malming di bulan itu dengan pergi ke Singapura.

    Pada Jumat, 13 Januari 2012, Atut berangkat ke Singapura pukul 13.33 GMT (20.33 WIB) dari Bandara Soekarno-Hatta. Ia kembali pada Ahad, 15 Januari, pukul 22.39 GMT (Senin subuh waktu Jakarta). Ia pergi-pulang naik pesawat milik maskapai Singapura Airlines.

    Pada Jumat pekan berikutnya, ia kembali ke Singapura. Kali ini ia sepuluh hari di luar negeri, baru pulang ke Serang hari Senin, 30 Januari 2012 melalui Singapore Harbourfront, pukul 7.36 GMT (14.36 WIB). Tempo belum memeriksa catatan lainnya untuk mengetahui apakah kala itu Atut terbang ke kota selain Singapura.

    Atut tak selalu pergi ke Singapura pada akhir pekan. Pada Februari, misalnya, ia terbang ke kota itu hari Senin (6/2) dan kembali pada Kamis (9/2). Saat itu, dalam catatan Tempo, ia menyempatkan diri untuk membeli jam lantai di Thinkers Novelty Singapura seharga Rp 100 juta. Pada Jumat, 24 Februari, Atut sekali lagi mendarat di Bandara Changi. Kali ini ia tercatat meneruskan perjalanan ke Dubai, Uni Emirat Arab, dan baru kembali pada Selasa.

    Pada Maret, ia juga dua kali menghabiskan akhir pekan di Singapura. Tepatnya, pada Jumat, 2 Maret dan Sabtu, 10 Maret.

    ANTON SEP

    Terpopuler

    Hakim Cantik Vica Disebut Suka Aneka Pria
    Para Petinggi Demokrat Keroyok Jokowi 
    Cara Ratu Atut Habiskan Rp 1 Miliar untuk Dandan
    Mahfud soal Tudingan Akil: Saya-BW Ngaji Bareng 
    Ini Foto Ibas dengan Baju Lengan Pendek
    Akil Mochtar: Mahfud Md. Pernah Langgar Kode Etik
    Mengundang Jokowi Harus Bayar? 
    Sekali Main, Iis Dahlia Dibayar Akil Rp 30 Juta 
    Kebencian Demokrat ke Jokowi Dinilai Menjadi-jadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.